RM.id Rakyat Merdeka - Senayan mengucapkan belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran, Iran, Rabu (31/7/2024) dini hari. Terbunuhnya Ismail dikhawatirkan membuat situasi di Timur Tengah memanas dan menyulitkan langkah-langkah perdamaian.
Ketua Komisi I DPR Meutya Viada Hafid mengatakan, terjadinya kekerasan dan penyerangan Israel di Timur Tengah terus menerus semakin merepotkan.
“Upaya perdamaian di Palestina secara khusus dan Timur Tengah secara umum semakin sulit,” ujar Meutya dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (31/7/2024).
Karena itu, dia mendesak dunia menekan Israel untuk segera menghentikan perang dan pembunuhan terhadap warga sipil Palestina. Desakan ini penting agar Israel menghormati putusan Mahkamah Internasional/International Court Justice (ICJ) yang menyatakan bahwa pendudukan Israel di Gaza ilegal dan memerintahkan Israel untuk segera keluar dari Palestina.
Baca juga : Waspada, Harga Beras Rawan Naik 20 Persen
“Saya meminta semua pihak menekan Israel agar mau menempuh jalan dialog dalam penyelesaian konflik dengan Palestina, serta meminta Israel mematuhi hukum dan keputusan hukum internasional. Termasuk keputusan ICJ yang menyatakan pendudukan Israel di Palestina melanggar hukum,” tegasnya.
Sabagaimana diketahui, Pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh, tewas dalam sebuah serangan rudal di Ibu Kota Iran, Teheran. Hal ini diungkap oleh pernyataan resmi kelompok Hamas yang berkuasa di wilayah Gaza. Hamas menuding serangan ini dilakukan oleh Israel.
Haniyeh dan salah satu pengawalnya tewas setelah gedung tempat mereka menginap diserang. Pimpinan Hamas itu berada di Teheran untuk menghadiri upacara pelantikan Presiden Iran yang baru, Masoud Pezeshkian, Selasa (30/7/2024).
“Gerakan Perlawanan Islam Hamas berduka cita untuk rakyat Palestina yang perkasa, untuk bangsa Arab dan Islam, dan untuk semua orang yang merdeka di dunia. Saudara, pemimpin, martir, Mujahid Ismail Haniyeh, pimpinan perlawanan, yang gugur dalam serangan Zionis di kediamannya di Teheran,” kata pernyataan resmi Hamas.
Baca juga : KIT Batang Dilirik Banyak Pengusaha
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga mengumumkan gugurnya Haniyeh.
“Dini hari tadi (waktu Teheran), kediaman Ismail Haniyeh di Teheran diserang yang mengakibatkan dia dan salah satu pengawalnya syahid. Penyebabnya sedang diselidiki dan akan segera diumumkan,” kata IRGC, dalam sebuah pernyataan.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Fadli Zon juga menyatakan berduka atas wafatnya Ismail Haniyeh.
“Allahyarham Ismail Haniyeh. Tak ada perjuangan tanpa pengorbanan. Selamat jalan Ismail Haniyeh. Insya Allah Palestina merdeka!” ujar Fadli.
Baca juga : Dana Bansos Rp 630 M Masih Ngendon Di Bank
Fadli mengaku pernah bertemu Ismail Haniyeh pada 2021. Saat itu, dia mewakili Fraksi Gerindra DPR bertemu dan menyerahkan keris kepadanya di sela-sela Konferensi Palestina di Istanbul, Turki.
Kekerabatan DPR dengan Ismail Haniyeh juga telah berlangsung sejak lama, khususnya saat Fadli Zon masih menjabat Wakil Ketua DPR periode 2014-2019.
Saat itu, dia bersama dengan Ketua BKSAP DPR Nurhayati Ali Assegaf menerima surat resmi tanda ucapan terima kasih rakyat Palestina atas bantuan perjuangan rakyat dan para pemimpin Indonesia untuk kemerdekaan Palestina.
Surat tersebut ditandatangani langsung oleh Ismail Haniyeh yang disampaikan oleh Kepala Biro Politik Hamas, Syekh Ahmad Zuhairi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.