Dark/Light Mode

Jelang Pilpres Di Negeri Paman Sam

AS Belajar Cara Kerek Partisipasi Anak Muda

Kamis, 1 Agustus 2024 06:20 WIB
Direktur Legislatif untuk Kantor Pemimpin Mayoritas di DPR Massachusetts Nakeeda Burns (ketiga kiri), Staf Khusus Wakil Ketua MPR Eva Kusuma Sundari (kedua kanan), Alumni Program YSEALI Professional Fellow, Analis Politik, Direktur Eksekutif Setara Menata Institute Dhini Sastroatmodjo (ketiga dari kanan) dan Komandan Kemenangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Arief Rosyif Hasan (kanan), foto bersama di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (31/7/2024). Foto: LARASATI DYAH UTAMI/RAKYAT MERDEKA/RM.ID
Direktur Legislatif untuk Kantor Pemimpin Mayoritas di DPR Massachusetts Nakeeda Burns (ketiga kiri), Staf Khusus Wakil Ketua MPR Eva Kusuma Sundari (kedua kanan), Alumni Program YSEALI Professional Fellow, Analis Politik, Direktur Eksekutif Setara Menata Institute Dhini Sastroatmodjo (ketiga dari kanan) dan Komandan Kemenangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Arief Rosyif Hasan (kanan), foto bersama di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (31/7/2024). Foto: LARASATI DYAH UTAMI/RAKYAT MERDEKA/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Legislatif untuk Kantor Pemimpin Mayoritas di DPR Massachusetts, Amerika Serikat (AS), Nakeeda Burns, mencari tahu cara meningkatkan partisipasi pemilih muda dalam Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia.

Burns yang merupakan Staf Khusus DPR di Negara Bagian Massachusetts, merupakan peserta pertukaran Young Southeast Asian Leader Initiative (YSEALI) reciprocal fellow. Dia terlibat diskusi tentang Pemilu yang diselenggarakan di Gedung DPR, Kompleks Senayan, Jakarta, Rabu (31/7/2024).

YSEALI merupakan program unggulan Pemerintah AS untuk memperkuat pengembangan kepemimpinan dan jaringan di Asia Tenggara.

Baca juga : KPK Minta 7 Tersangka Dicekal Agar Tak Kabur

“Kami bisa belajar dari satu sama lain bagaimana memberikan pendidikan (politik) bagi anak muda. Saya berpikir punya beberapa kesamaan. Tetapi Indonesia memiliki basis pemuda yang bersemangat untuk memimpin. Jadi, kedua negara perlu memastikan para pemuda memanfaatkan kekuatan itu,” ujarnya.

Seperti diketahui, AS akan menyelenggarakan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 5 November 2024. Sementara, Indonesia akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di bulan yang sama. Namun, tingkat partisipasi pemilih muda di Negeri Paman Sam tidak sebanyak partisipasi anak muda di Indonesia.

Burns mengatakan, partisipasi anak muda dalam Pemilu sangat penting untuk membentuk peradaban masa depan suatu negara. Dia berharap, akan ada lebih banyak anak muda yang menduduki jabatan penting di pemerintahan.

Baca juga : Sudah Nikah,Billy Kaget

Berdasarkan laporan Center for Information & Research on Civic Learning & Engagement (CIRCLE), partisipasi pemilih muda pada Pilpres AS tahun 2020 mencapai sekitar 50 persen dari pemilih yang memenuhi syarat dalam kelompok usia 18-29 tahun.

Sementara di Indonesia, berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), partisipasi pemilih muda (terutama usia 17-30 tahun) pada Pemilu 2019 sekitar 70 persen.

Burns mengatakan, beberapa wilayah AS berusaha meningkatkan partisipasi pemilih muda. Antara lain, dengan memberikan pendidikan kewarganegaraan sejak dini. Hal lainnya, dengan menurunkan batas usia pemilih dari minimal 18 tahun menjadi 16 atau 17 tahun.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.