Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Jelang Pilpres Di Negeri Paman Sam
AS Belajar Cara Kerek Partisipasi Anak Muda
Kamis, 1 Agustus 2024 06:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Legislatif untuk Kantor Pemimpin Mayoritas di DPR Massachusetts, Amerika Serikat (AS), Nakeeda Burns, mencari tahu cara meningkatkan partisipasi pemilih muda dalam Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia.
Burns yang merupakan Staf Khusus DPR di Negara Bagian Massachusetts, merupakan peserta pertukaran Young Southeast Asian Leader Initiative (YSEALI) reciprocal fellow. Dia terlibat diskusi tentang Pemilu yang diselenggarakan di Gedung DPR, Kompleks Senayan, Jakarta, Rabu (31/7/2024).
YSEALI merupakan program unggulan Pemerintah AS untuk memperkuat pengembangan kepemimpinan dan jaringan di Asia Tenggara.
Baca juga : KPK Minta 7 Tersangka Dicekal Agar Tak Kabur
“Kami bisa belajar dari satu sama lain bagaimana memberikan pendidikan (politik) bagi anak muda. Saya berpikir punya beberapa kesamaan. Tetapi Indonesia memiliki basis pemuda yang bersemangat untuk memimpin. Jadi, kedua negara perlu memastikan para pemuda memanfaatkan kekuatan itu,” ujarnya.
Seperti diketahui, AS akan menyelenggarakan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 5 November 2024. Sementara, Indonesia akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di bulan yang sama. Namun, tingkat partisipasi pemilih muda di Negeri Paman Sam tidak sebanyak partisipasi anak muda di Indonesia.
Burns mengatakan, partisipasi anak muda dalam Pemilu sangat penting untuk membentuk peradaban masa depan suatu negara. Dia berharap, akan ada lebih banyak anak muda yang menduduki jabatan penting di pemerintahan.
Baca juga : Sudah Nikah,Billy Kaget
Berdasarkan laporan Center for Information & Research on Civic Learning & Engagement (CIRCLE), partisipasi pemilih muda pada Pilpres AS tahun 2020 mencapai sekitar 50 persen dari pemilih yang memenuhi syarat dalam kelompok usia 18-29 tahun.
Sementara di Indonesia, berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), partisipasi pemilih muda (terutama usia 17-30 tahun) pada Pemilu 2019 sekitar 70 persen.
Burns mengatakan, beberapa wilayah AS berusaha meningkatkan partisipasi pemilih muda. Antara lain, dengan memberikan pendidikan kewarganegaraan sejak dini. Hal lainnya, dengan menurunkan batas usia pemilih dari minimal 18 tahun menjadi 16 atau 17 tahun.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya