BREAKING NEWS
 

Kunjungan Kerja DPD Ke Teluk Naga

Yorrys Pastikan PSN Tak Dikeluhkan Warga

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : AULIA DARWIS
Senin, 9 Desember 2024 07:15 WIB
Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai (tengah) didampingi Ketua Komite II DPD RI, Badikenita Sitepu (kanan) dan Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma berbicara dalam pertemuan antara perwakilan masyarakat dengan pihak Agung Sedayu Grup dalam peninjauan langsung di kawasan proyek Pantai Indah Kapuk 2 (PIK-2), Banten, Sabtu (7/12/2024). (Foto: NG Putu Wahyu Rama/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah pimpinan Komite dan Badan Akuntabilitas Publik DPD blusukan ke Proyek Strategis Nasional (PSN) Pariwisata Tropical Coastland di Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (8/12/2024).

Rombongan dipimpin Wakil Ketua DPD Yorrys Raweyai didampingi pimpinan Komite dan Badan Akuntabilitas Publik DPD. Mereka berdialog dengan perwakilan warga peng­garap tambak, Apdesi (Assosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indo­nesia), perwakilan Kepala Desa Tanjung Pasir, pihak Kecamatan Teluk Naga dan PT Agung Se­dayu.

Yorrys sempat meninjau lang­sung salah satu dari lima titik PSN yang belakangan ramai isu penolakan oleh warga setempat.

“Ini rangkaian observasi me­nindaklanjuti polemik yang ramai belakangan. Kami dapat surat dari Apdesi atas persoalan PSN dan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2,” kata Yorrys, usai dia­log dan kunjungan ke lokasi yang kebanyakan masih hutan bakau ini.

Yorrys memastikan, PSN tidak berada di dalam area PIK 2. Proyek PIK 2 sebagai usaha bis­nis, letaknya memang bersebela­han dengan PSN Tropical Coast­land. PSN ini hutan mangrove yang terkena abrasi, dari sekitar 1.600 hektare, tinggal 41 hek­tare. Dalam prosesnya, Pemerintah turut menggandeng pihak swasta, yakni PT Agung Sedayu Group.

Baca juga : BPBD Siagakan 267 Petugas Di Kelurahan

Berdasarkan pemantauan­nya, di lahan PSN ini tak ada penghuni. Sebab, lahannya milik Kementerian Lingkungan Hidup. Yang ada hanya warga penggarap tambak. Pengembang proyek pun sudah memberi duit kerohiman kepada para petambak.

“PSN seolah PIK 2 didrama­tisir oleh pihak tertentu. Yang ribut di media, ada warga kena dampak dan dikatakan tertin­das. Padahal tak ada penghuni. Pengembang sudah memberi uang kerohiman. Tidak diusir dan boleh tinggal selama proses pembangunan. Saya pikir ini perusahaan sudah bagus, warga terbantu dengan proyek ini,” tambahnya.

Dia mengajak, seluruh pihak mendukung PSN. Karena, sejauh ini tak ada yang dilanggar dalam prosesnya.

“Ini PSN yang perlu kita dukung. DPD prinsipnya ter­buka menerima keluhan semua pihak yang merasa dirugikan,” tuturnya.

Adsense

Pimpinan Badan Akuntabilitas Publik DPD Yulianus Henock menambahkan, lembaganya ingin mengawasi jangan sampai kepentingan warga terabaikan. DPD juga meluruskan isu yang justru merugikan warga sendiri.

Baca juga : Misi Bawa Poin Penglaris

“Kalau banyak manfaat, mari kita dukung PSN,” ajaknya.

Senada dengan Henock, Ketua Komite III Filep Wamafma menekankan pada keterlibatan masyarakat setempat baik dalam pembangunan maupun opera­sional PSN ke depannya. Pada prinsipnya, PSN ini strategis sekali untuk program dan per­cepatan pembangunan.

“Jangan sampai rakyat di sekitar PSN hanya menjadi pe­nonton. Ini sangat tidak boleh. Kewajiban DPD memantau langsung aktivitas di sini, apakah benar masyarakat sebagai pe­nonton saja atau ikut dilibatkan. Kami berharap masyarakat di sekitar direkrut sebagai tenaga kerja,” harapnya.

Estate Management Direc­tor Agung Sedayu Restu Ma­hesa mengamini, PSN Tropical Coastland dengan luas 1.600 hektare terbagi 5 zona ini, beda dengan PIK 2. Prosesnya pan­jang, dari usulan daerah, dibawa ke Kementerian, hingga rapat terbatas Presiden.

Kata dia, sebagian besar dae­rah ini sekarang kritis. Hutan mangrove tinggal 91 hektare saja karena abrasi. Lewat kolaborasi dengan Pemda dan Pusat, PSN akan jadi daerah pariwisata. Pihaknya juga akan bikin 515 hektare kembali jadi zona hijau mangrove.

Baca juga : Wakil Merah Putih Patok Bawa Gelar

Selain itu, akan ada Taman Bhinneka, tempat multikuktural dan religi, Masjid, Gereja, Vi­hara, berdampingan jadi etelase harmoni. Ada pula fasilitas publik untuk olahraga dan ta­man.

“PSN akan menyerap sekitar 6.235 tenaga kerja warga sekitar, 13.000 ribu orang akan kena multiplier effect, meningkatkan kunjungan wisata dalam dan luar negeri, menambah PAD. Kami siap memberikan positive impact kepada kesejahteraan rakyat dan negara,” tuturnya di lokasi yang sama.

Ketua Apdesi Surta Wijaya mengaku, pihaknya sempat menggelar pertemuan dengan perwakilan warga setempat. Hasilnya, semua keinginan warga diakomodir oleh Agung Sedayu.

Sementara Indra Gunawan, perwakilan penggarap tambak, mengaku tak ada paksaan dan intimidasi terhadap mereka. Mereka justru berterima kasih karena diberi uang kerohiman.

“Memang tambak sudah kurang bagus, banyak limbah, sering rugi. Uang kerohiman itu untuk bikin usaha baru. Kami tak dipaksa. Kami dukung, apa­lagi lingkungan jadi bagus dan nambah lapangan kerja. Kami bersyukur dan terima kasih ke­pada Agung Sedayu,” ungkap­nya. FAQ/KAL

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense