Sebelumnya
Anggota DPD Abraham Liyanto meminta Pemerintah segera mengimplementasikan kebijakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bisa mengajar di sekolah-sekolah swasta. Pasalnya, hingga saat ini, belum ada tindak lanjut dari keputusan tersebut.
“Saya pantau di NTT (Nusa Tenggara Timur), belum ada implementasi dari keputusan tersebut. Di provinsi lain kelihatannya sama. Entah kapan mulainya. Padahal sudah diumumkan sejak November 2024,” kata Abraham.
Senator asal NTT ini bilang, Kemendikdasmen telah mengumumkan guru PPPK bisa mengajar di sekolah swasta. Kebijakan ini bertujuan itu untuk membantu sekolah swasta yang kekurangan guru. Hal ini pun telah mendapat persetujuan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Baca juga : MK Putuskan Sengketa Pilkada Akhir Februari
Namun sayangnya, implementasi kebijakan ini belum berjalan. Padahal kebijakan tersebut tentu akan membantu sekolah-sekolah swasta untuk ikut berkontribusi mencerdaskan anak bangsa.
“Jadi memang tidak boleh diskriminasi. Negeri dan swasta harus diperlakukan sama. Karena keduanya bekerja mencerdaskan bangsa ini,” ujar anggota Komite I DPD ini.
Senator empat periode ini menyebut, di NTT sekarang banyak sekolah swasta terancam tutup karena kekurangan guru. Padahal mereka sudah berdiri sebelum Indonesia Merdeka.
Baca juga : KPK Lengkapi Dokumen Ekstradisi Paulus Tannos
Sementara banyak dari sekolah-sekolah swasta tersebut tidak bisa merekrut guru baru karena tidak sanggup membayar gajinya.
Jumlah murid di sekolah swasta juga berkurang akibat sekolah-sekolah negeri sudah sampai ke desa-desa.
“Untuk membantu kekurangan guru harus ada intervensi dari Pemerintah,” tambahya. KAL
Baca juga : BTN Gaet Developer,Desainer & Inovator
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 6, edisi Minggu, 16 Februari 2025 dengan judul "Efisiensi Sektor Pendidikan Anggaran Buat Guru Jangan Dipangkas"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.