RM.id Rakyat Merdeka - Politisi DPR Fraksi Golkar Robert J Kardinal menyoroti minimnya infrastruktur dan sistem pelayanan di Daerah Otonomi Baru (DOB) hasil pemekaran di Tanah Papua. Gedung perkantoran, rumah dinas, pembangunan infrastruktur belum terbentuk di 4 provinsi di Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua.
Robert mengatakan, sebelumnya disepakati bahwa kantor-kantor Pemerintahan, DPRP (Papua), Majelis Rakyat Papua (MRP), hingga infrastruktur dibangun dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sayangnya, dalam pelaksanaannya tidak berjalan baik.
Baca juga : Kinerja Bisnis Jasindo Lanjutkan Tren Positif
“Saya sebagai anggota DPR dari Tanah Papua sangat kecewa dengan para pejabat gubernur yang bertahun-tahun tidak menyiapkan hal tersebut. Harusnya pejabat gubernur menyiapkan itu sampai kepala daerah dan DPR Papua dan MRP terbentuk,” tegas Robert dalam keterangannya, di Jakarta, Minggu (4/5/2025).
Robert menjelaskan, Papua secara wilayah kini terbagi atas 6 provinsi setelah Papua mendapat 4 tambahan provinsi baru, yakni Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. Hanya saja, pelaksanaan pemekaran di 4 provinsi baru di Tanah Papua ini masih sangat jauh dari harapan.
Baca juga : Airlangga: Belanja Lebaran Masyarakat Capai Rp 100 T
“Kantor gubernur, DPRP, MRP, kantor dinas, dan seluruh infrastruktur segala macam yang harusnya disiapkan para penjabat gubernur sejak dua tahun lalu, ini belum ada satu pun yang mengerjakan. Ini tentu berimbas kepada pelayanan yang diperoleh masyarakat,” ujar anggota Komisi IV DPR ini.
Dia mengingatkan, sejatinya tujuan pemekaran provinsi di Tanah Papua ini adalah untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua, terutama Orang Asli Papua. Pemekaran juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik dan mempercepat distribusi pembangunan di wilayah yang luas dan geografisnya beragam.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.