Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Awal 2025 Asuransi Kargo Catat Pertumbuhan
Kinerja Bisnis Jasindo Lanjutkan Tren Positif
Senin, 5 Mei 2025 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Asuransi Jasa Indonesia (Asuransi Jasindo) optimistis kebijakan tarif dagang Amerika Serikat (AS) tidak memberi dampak signifikan terhadap bisnis asuransi perusahaan. Hal tersebut tercermin dari catatan kinerja lini bisnis hingga Maret 2025 yang melanjutkan tren pertumbuhan.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo Brellian Gema mengatakan, dilihat dari sisi lini bisnis perusahaan sampai Maret 2025, untuk asuransi di sektor kargo masih mencatatkan pertumbuhan.
Lalu lintas angkutan kargo di pelabuhan, perkapalan, bahkan sampai di daerah juga itu masih ramai.
“Kami masih mencatatkan pertumbuhan positif,” ungkap Bre, sapaan Brellian kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Bahkan, liability (kewajiban yang harus dibayar atau jaminan risiko) perusahaan asuransi umum anggota Indonesia Financial Group (IFG) ini juga tercatat tumbuh 309 persen. Hal ini dikarenakan, produk asuransi yang ditawarkan memiliki jangka waktu satu tahun.
“Karena asuransi harus jaga cashflow, sehingga ketika ada klaim, dananya siap,” ucap Bre.
Kendati kondisi ekonomi global, seperti perang dagang antara AS dan China tidak berdampak signifikan terhadap bisnis asuransi Jasindo, ia mengaku, tetap ada berbagai tantangan yang kerap dihadapi perseroan.
“Tahun ini kompetisi di pasar asuransi yang masih terasa itu tentang pricing, harga premi. Karena kondisi sekarang ini membuat orang menjaga ketat keuangannya,” katanya.
Karena itu, imbuh Bre, untuk konsumen retail ada kemungkinan mengalami penurunan, atau hanya tumbuh stagnan. Berbeda dengan segmen konsumsi korporasi, yang membutuhkan asuransi untuk menjaga keberlangsungan bisnisnya.
Baca juga : Airlangga: Belanja Lebaran Masyarakat Capai Rp 100 T
Bre menilai, segmen konsumen korporasi sudah memahami betul sejumlah risiko yang mungkin terjadi, sehingga tetap membutuhkan asuransi.Untuk mengatasi tantangan soal pricing, pihaknya menerapkan co-assurance.
“Misalnya kami dengan beberapa perusahaan asuransi bersama-sama menanggung risiko pada satu polis,” terang Bre.
Terpisah, Direktur Utama Asuransi Jasindo Andy Samuel membeberkan, pihaknya terus mendorong perbaikan menyeluruh dan melakukan inovasi di berbagai lini.
Dengan demikian, Jasindo dapat menutup tahun 2024 dengan catatan kinerja positif, dan mampu mempertahankan keberlanjutan tren positif pada 2025.
Menurut Andy, kinerja positif terlihat dari total pendapatan premi Jasindo pada 2024 yang mencapai Rp 4,02 triliun. Atau naik 21,65 persen dibandingkan periode yang sama pada 2023.
Lalu, laba bersih juga melonjak 52,91 persen menjadi Rp 157,33 miliar.
Untuk laba pada Maret tahun ini tumbuh sangat signifikan dibandingkan Maret tahun lalu, yakni sekitar 256,29 persen.
“Laba tahun lalu Rp 18 miliar. Sedangkan tahun ini sebesar Rp 64 miliar,” terang Andy dalam keterangan resminya, Jumat (25/4/2025).
Sementara Risk Based Capital (RBC) Jasindo pada akhir 2024 tercatat sebesar 150,40 persen.
Baca juga : DKI Fokus Kembangkan Angkutan Antar Wilayah
Andy bilang, kinerja positif ini merupakan hasil dari upaya penguatan mitigasi risiko, di mana Jasindo berfokus pada penerapan prudent underwriting dan menyesuaikan profil risiko dengan risk apetite perusahaan.
Tak hanya itu, pertumbuhan kinerja positif tersebut juga tak lepas dari kontribusi kuat lini bisnis andalan perusahaan. Seperti asuransi properti yang mencatatkan hasil underwriting sebesar Rp 145,23 miliar, atau tumbuh signifikan sebesar Rp 59,71 miliar atau 69,82 persen.
Selanjutnya, asuransi rekayasa berkontribusi sebesar Rp 26,07 miliar, disusul asuransi kargo yang melonjak hingga Rp 20,34 miliar, atau tumbuh 138,98 persen.
Ia menekankan, keberhasilan ini semakin diperkuat dengan strategi mitigasi risiko yang efektif dan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko.
Termasuk, perbaikan menyeluruh pada sisi loss ratio juga menjadi salah satu kunci utama Jasindo dalam menjaga kinerja bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
Ia pun merinci, beberapa lini produk utama Jasindo yang menunjukkan peningkatan signifikan. Serta turut mendorong pertumbuhan premi dan memperluas portofolio bisnis perusahaan, yaitu asuransi kargo tumbuh 27,64 persen. Hal ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas distribusi dan perdagangan nasional.
Lalu, asuransi engineering naik 15,29 persen yang didorong oleh ekspansi dan peningkatan proyek infrastruktur strategis nasional.
Sedangkan asuransi Marine Hull naik 20,63 persen, yang mencerminkan peningkatan kebutuhan proteksi armada pelayaran.
Kemudian, asuransi kendaraan tumbuh 10,12 persen, mencerminkan pertumbuhan segmen ritel dan distribusi otomotif nasional. Serta asuransi energy offshore melonjak 51,96 persen dan asuransi energy onshore mencatat pertumbuhan tertinggi 93,79 persen, seiring meningkatnya proyek energi di daratan.
Baca juga : Bungkam Verona Dengan Lapis Kedua, Target Inter Cuma Barca
“Meskipun, kondisi ekonomi saat ini masih tidak stabil, tapi kami tetap berupaya mempertahankan kinerja positif sampai akhir tahun nanti,” katanya.
Di kesempatan berbeda, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap proses negosiasi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah AS membuahkan hasil yang berdampak positif bagi industri asuransi dan dana pensiun.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun (KE PPDP) OJK Ogi Prastomiyono menyampaikan, daya tawar Pemerintah diharapkan dapat direspons positif oleh pemerintahan Donald Trump.Sehingga asuransi marine cargo dapat tumbuh seiring dengan volume perdagangan yang naik.
Ia mencontohkan, tawaran Pemerintah untuk memberikan insentif fiskal dan nonfiskal kepada AS, diharapkan dapat membuka barang impor dari AS ke Indonesia dan turut menjaga daya saing ekspor Indonesia ke AS.
“Hal ini diharapkan akan menjaga asuransi marine cargo tetap tumbuh dengan adanya stabilitas, bahkan peningkatan volume perdagangan,” kata Ogi melalui keterangan tertulis, Jumat (25/4/2025).
Sampai akhir tahun 2024, kata dia, premi asuransi Marine Cargo masih menunjukkan pertumbuhan positif, sebesar 3,29 persen secara tahunan.
“(Sayangnya) sampai akhir Februari 2025, premi asuransi marine cargo sedikit mengalami penurunan, yaitu sebesar -0,44 persen yoy (year on year),” akunya.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, ia optimistis, prospek asuransi marine cargo di Indonesia tetap terbuka.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya