BREAKING NEWS
 

Waktu Tunggu Bongkar Muat Masih Lama

Regulasi Barantin Hambat Ekspor

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : AULIA DARWIS
Minggu, 11 Mei 2025 07:20 WIB
Anggota Komisi XI DPR Andreas Eddy Susetyo.

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi XI DPR Andreas Eddy Susetyo mendesak sektor pelayanan ekspor impor dievaluasi. Persoalannya adalah banyak regulasi menghambat pengiriman barang ekspor dan juga waktu tunggu bongkar muat di Pelabuhan (dwelling time) yang masih lama.

Dia lalu menyoroti implementasi layanan nasional logistik ekosistem yang malah membuat pengusaha eksportir kelimpungan. “Bea Cukai ini di (garda) depan kan Pak ya. Ini saya sampaikan aja, tanggal 28 April itu, eksportir kayu Jawa Timur teriak semua tuh,” ungkap Andreas dalam rapat kerja Komisi XI DPR bersama Dirjen Bea Cukai Askolani dan jajaran, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (8/5/2025).

Baca juga : Sah, Istri Menteri Desa Jadi Bupati Serang Terpilih

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, pelaku usaha eksportir menjerit lantaran ada regulasi baru dalam pelayanan nasional logistik yang membuat kegiatan ekspor kayu terhenti. Regulasi ini ternyata tidak berada di Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai, melainkan di Badan Karantina Indonesia (Barantin).

“Ada ketentuan baru yang berlaku efektif 28 April yang menghentikan mereka (eksportir) masuk ke sistem logistik nasional untuk ekspor. Padahal kapalnya sudah siap tuh (untuk ekspor), tapi tertunda lama karena ada aturan baru dari Barantin,” ungkapnya.

Baca juga : KPK: Mereka Ikut OTT, Mengalami Langsung

Andreas tidak habis pikir, masih ada saja regulasi yang menghambat kegiatan ekspor. Regulasi ini pula yang membuat dwelling time menjadi lama. Alhasil, pelaku usaha mendapat risiko kena penalti di negara importir.

“Bayangin ini ekspor loh, ekspor hasil kayu aja itu harus dihentikan, harus ada (clearance) dulu dari Badan (Barantin) padahal ekspor. Ini banyak yang komplain karena kapal sudah nunggu. Kalau enggak (dicabut) itu, mereka bisa kena denda banyak,” ungkapnya.

Adsense

Baca juga : Bos Antam Janji Suplai Emas Nasional Aman

Untungnya, lanjut dia, regulasi baru di Barantin ini akhirnya dicabut. Itu pun dilakukan setelah banyak pengusaha eksportir protes keras dengan regulasi tersebut. “Bayangkan di tengah trade war kaya gini, layanan ekspor bermasalah. Kenapa mesti ada hambatan proses di Badan Karantina ini,” kesalnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense