Sebelumnya
Ahmad Irawan mengingatkan, keberadaan media konvensional baik cetak maupun elektronik, sejatinya bukan hanya terkait dengan menyampaikan apa yang dikerjakan oleh Pemerintah.
Namun ada tugas dan tanggung jawab Pemerintah untuk menjaga kekuatan keempat demokrasi kita, yakni kekuatan pers.
“Pemerintah harus menyadari bahwa keberadaan media konvensional itu tetap penting untuk sehat dan tegaknya demokrasi kita,” ucapnya.
Baca juga : Swasembada Pangan Buka Peluang Ekonomi Tumbuh
Makanya, dia ingin ada satu regulasi untuk mendorong batasan belanja di media sosial. Termasuk juga porsi pemberitaan di media-media yang sifatnya konvensional. Jangan karena belanja media Pemerintah khususnya kepala daerah jor-joran ke media sosial malah membuat pers lemah.
“Hampir semua media konvensional ini nggak bisa membiayai dirinya. Kalau media lemah, siapa yang akan mengawasi pemerintahan. Itu kan artinya, secara sistemik bisa membuat pers kita lemah dan bahkan bisa mati,” ujarnya.
Irawan mengatakan, seorang kepala daerah, bahkan pimpinan kementerian/lembaga negara, setiap tindakannya, keputusannya, perbuatannya harus berdasarkan aturan.
Baca juga : RI-Inggris Kerek Kerja Sama Perdagangan Dan Investasi
Setiap kebijakan yang diambil tidak sekadar pilesan, atau sebatas gimmick di sosial media saja. Yang paling penting adalah kebijakannya berdampak luas buat masyarakat.
“Sebenarnya kita mengapresiasi setiap efisiensi yang bisa dilakukan oleh Pemerintah, oleh gubernur, bupati, wali kota. Tapi jangan efisiensi tersebut justru dalam jangka pendek itu bisa melemahkan kekuatan media, mematikan pers kita,” katanya. KAL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Senin, 19 Mei 2025 dengan judul "Pers Kuat, Demokrasi Kuat Irawan Sesalkan Daerah Pangkas Belanja Media"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.