Sebelumnya
“Petani Sumatera Barat dengan metode SPM-nya perlu didukung riset mendalam. Negara mesti hadir di tengah petani. Karena, pangan adalah hidup matinya sebuah bangsa. Ini penting kita renungkan kembali,” tegas politisi daerah pemilihan Sumatera Barat ini.
Dia yakin, Presiden Prabowo Subianto dengan latar belakang militernya tentu paham pentingnya inovasi dalam kedaulatan pangan dalam negeri. Presiden pertama Indonesia Soekarno bilang, pangan adalah hidup matinya sebuah bangsa, disampaikan di Bogor, 27 April 1952 silam.
Baca juga : Persaingan Korry Dan Demer Makin Hangat
“Ungkapan ini menekankan betapa pentingnya pangan bagi keberlangsungan dan kemajuan sebuah bangsa. Pangan yang cukup dan terjamin merupakan kunci untuk pembangunan bangsa yang sehat, kuat dan mandiri sebagaimana inti dari Asta Cita Presiden Prabowo,” tegas Alex.
Karenanya, Alex menyarankan berbagai lembaga riset melakukan penelitian yang mampu berkontribusi dalam percepatan peningkatan kualitas hidup petani yang mendominasi 270,20 juta penduduk Indonesia.
Baca juga : Geledah 7 Lokasi, KPK Sita 8 Mobil Dan 1 Motor
“Komisi IV DPR saat ini tengah membahas revisi UU Pangan. Panjanya diketuai langsung oleh Ibu Titiek Soeharto. Kita mendorong agar salah satu pasalnya nanti, adanya keberlanjutan riset dalam mendukung ketahanan pangan,” pungkasnya. KAL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 6, edisi Minggu, 25 Mei 2025 dengan judul "DPR Kepincut Sistem Smart Vertical Farming Di China"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.