RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi V DPR Sudjatmiko menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pembangunan infrastruktur nasional. Hal tersebut disampaikan Miko, biasa disapa, saat menghadiri International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta Convention Center, Kamis (12/6/2025).
Miko mengatakan, gelaran ICI merupakan jawaban atas tantangan pengelolaan proyek infrastruktur.
Sebab, selain ajang diskusi proyek fisik, pameran infrastruktur juga merupakan forum strategis untuk menyoroti keberlanjutan, pendanaan sehat, serta pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam pembangunan infrastruktur Indonesia.
Baca juga : Teluk Bintuni Jadi Tulang Punggung Energi Nasional
“Saya melihat acara ini sebagai forum strategis yang mampu menghasilkan solusi konkret atas tantangan pembangunan infrastruktur nasional,” kata Miko, dalam keterangannya, Sabtu (14/6/2025).
Miko mengaku, pembangunan infrastruktur di Indonesia mengalami perkembangan secara signifikan. Ia bilang, transformasinya sangat cepat. Dari masa awal kemerdekaan yang fokus pada konektivitas dasar antar-wilayah, hingga era Orde Baru yang membangun jalan nasional, pelabuhan, dan irigasi.
"Transformasi berlanjut hingga satu dekade terakhir melalui akselerasi pembangunan seperti tol Trans-Jawa dan luar Jawa, LRT dan MRT, hingga pengembangan pelabuhan dan bandara di wilayah 3T, tertinggal, terdepan, dan terluar," ujar politisi PKB itu.
Baca juga : Jelang PPDB, KPK Dorong Kepala Daerah Terbitkan Surat Edaran untuk Cegah Korupsi
Hal ini, tambahnya menunjukkan bahwa pembangunan bukan sekadar mengejar kuantitas, tetapi juga keadilan dan pemerataan antar-wilayah.
Meski begitu, Miko menekankan beberapa tantangan utama yang harus dihadapi pelaku pembangunan infrastruktur, terutama Pemerintah.
Miko lantas mencontohkan tantangan tersebut seperti masalah pembebasan lahan, koordinasi antar-lembaga pusat dan daerah, serta ketahanan pendanaan dan efisiensi proyek yang perlu ditingkatkan lagi.
Baca juga : Dukung ICI 2025, Menteri Riefky: Infrastruktur Fondasi Pengembangan Ekraf
"Pembangunan harus cepat dan masif, tapi juga berkualitas, ramah lingkungan, dan berkelanjutan," tegas Miko.
Sudjatmiko juga menyoroti peran penting BUMN Karya sebagai ujung tombak pembangunan. Namun, ia mengingatkan bahwa tekanan keuangan yang tinggi pasca pandemi Covid-19 dan ketergantungan pada pembiayaan utang menjadi tantangan tersendiri.
Sebelumnya, dalam penutupan acara ICI 2025, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa prioritas pembangunan Pemerintah saat ini meliputi pencapaian swasembada pangan, swasembada energi, serta penyediaan air bersih. Presiden ingin melibatkan swasta bermain di proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.