RM.id Rakyat Merdeka - Aksi sopir truk menolak kebijakan zero Over Dimension Over Load (ODOL) masih berlangsung di sejumlah daerah. Para sopir khawatir, pelarangan truk ODOL melintas di jalan raya menyebabkan penghasilan mereka berkurang.
Melihat hal ini, sejumlah politisi Senayan menyarankan Pemerintah mencari solusi komprehensif. Anggota Komisi V DPR Syafiuddin Asmoro menyatakan, solusi ini penting agar kebijakan larangan truk ODOL tidak merugikan para sopir, namun tetap menjaga keselamatan dan infrastruktur jalan.
“Pemerintah tidak boleh hanya menegakkan aturan tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap para sopir truk yang menggantungkan hidupnya dari pekerjaan ini. Di sisi lain, para sopir juga harus mematuhi aturan. Kita harus cari titik tengah yang saling menguntungkan,” kata Syafiuddin, dalam keterangannya, Rabu (25/6/2025).
Baca juga : Garuda Punya Amunisi Buat Dongkrak Kinerja
Menurut Syafiuddin, selama ini dampak dari truk ODOL sangat besar, baik terhadap tingkat kecelakaan lalu lintas maupun kerusakan infrastruktur jalan. Banyak kasus kecelakaan yang melibatkan truk ODOL karena beban muatan berlebihan membuat kendaraan tidak stabil dan membahayakan pengguna jalan lain.
“Truk ODOL menjadi salah satu penyumbang utama kerusakan jalan dan meningkatnya angka kecelakaan. Ini tidak bisa dibiarkan. Tapi juga jangan sampai kebijakan penghapusan ODOL malah mematikan mata pencaharian para sopir,” terang politisi PKB itu.
Dia mendorong Pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan, duduk bersama dengan asosiasi pengemudi dan pengusaha angkutan barang untuk menyusun skema transisi yang adil dan manusiawi.
Baca juga : Hilirisasi Obat Mujarab Hadapi Gejolak Ekonomi
“Solusinya harus konkret, jangan hanya penegakan hukum. Misalnya ada insentif untuk peremajaan armada, pembiayaan ringan untuk modifikasi truk agar sesuai aturan, dan pengawasan yang tidak tebang pilih,” saran Syafiuddin.
Pihaknya juga berkomitmen untuk terus memperjuangkan kepentingan rakyat kecil tanpa mengabaikan pentingnya keselamatan publik.
“Ini bukan soal pilih salah satu pihak. Kita ingin jalan-jalan tetap aman, tapi para sopir juga bisa tetap bekerja dengan layak. Keadilan harus jadi prinsip utama,” tandasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.