Sebelumnya
“Isu ini sangat penting, karena tumpang tindih kawasan transmigrasi dengan kawasan hutan masih kerap terjadi, yang berdampak pada terhambatnya pemenuhan hak transmigran atas tanah,” ujarnya.
Saat ini, pihaknya tengah melobi Kementerian Kehutanan untuk melepaskan setidaknya 17.655 bidang lahan area kawasan hutan untuk para transmigran. “Kami memohon Kementerian Kehutanan untuk melepaskan kawasan hutan yang berada di HPL transmigrasi,” kata Iftitah.
Baca juga : BSI International Expo Catat Transaksi 2,66 T
Dia mengungkapkan, pada dasarnya Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni telah memberikan sinyal setuju untuk melepas ribuan bidang status area hutan untuk para transmigran. Hanya saja, upaya tersebut perlu dilakukan secara cermat.
Wilayah transmigrasi di Sumatera mengalami tumpang tindih terbesar dengan total 5.601 bidang tanah area transmigrasi. Jumlah ini mencapai 31,72 persen dari total kawasan transmigrasi bermasalah yang masuk kawasan hutan. Masalah serupa terjadi di Sulawesi, dengan sebanyak 3.756 bidang lahan, Pulau Kalimantan pada 3.643 bidang lahan, dan Pulau Nusa Tenggara pada 109 bidang lahan.
Baca juga : Dagang Makin Gampang, Pengusaha Lebih Lincah
“Kami berusaha keras agar di era Presiden Prabowo, persoalan tanah transmigrasi menjadi clean and clear, kami akan terus bekerja agar transmigran menerima hak nya secara utuh,” tegasnya.
Dia bilang, salah satu Program Unggulan Kementerian Transmigrasi yakni Program Trans Tuntas kini menjadi program prioritas nasional. Program ini dalam waktu dekat menangani lebih dari 3.000 bidang tanah dan dialokasikan anggaran Rp 62 miliar untuk penyelesaian sertifikasi. OSP
Baca juga : Satpol PP Pasang Spanduk Larangan Berbuat Asusila
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Selasa, 1 Juli 2025 dengan judul "Tumpang Tindih Kawasan Hutan Dan Transmigrasi DPR Dukung Transmigran Dapatkan Hak Atas Tanah"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.