BREAKING NEWS
 

Polemik Proyek Penulisan Ulang Sejarah

DPR Turunkan Tim Supervisi

Reporter : OSPI DARMA
Editor : AULIA DARWIS
Senin, 7 Juli 2025 07:35 WIB
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

 Sebelumnya 
“Dalam pelaksanaan uji publik pun secara serius, bukan seremonial saja, sehingga bisa menampung masukan banyak dari masyarakat yang pada akhirnya bisa menyempurnakan buku ini dan bisa memenuhi harapan masyarakat,” tandasnya.

Terpisah, Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menerangkan, penulisan ulang sejarah bertujuan untuk menemukan kembali jati diri bangsa Indonesia. “Sudah saatnya kita menulis ulang sejarah Indonesia bukan hanya sebagai catatan, tapi sebagai landasan untuk membentuk generasi yang memahami siapa dirinya dan ke mana bangsanya akan menuju,” katanya.

Baca juga : Mardani Dorong PKS Jadi Partai Policy Entrepreneur

Fadli menuturkan, terdapat beberapa pekerjaan rumah yang besar untuk Indonesia, terkait penulisan ulang sejarah dan pembaruan dalam penulisan sejarah nasional. Hingga saat ini, Indonesia masih belum secara sistematis dalam mendokumentasikan perjalanan bangsa pasca reformasi.

"Terakhir, Buku Sejarah Nasional Indonesia disusun pada 1970-an oleh tim di bawah pimpinan Prof. Soekanto. Sementara karya Indonesia dalam Arus Sejarah yang terbit pada 2012 belum mencakup perkembangan politik dan sosial dari era BJ Habibie hingga Joko Widodo," jelasnya.

Baca juga : Basarnas Temukan KMP Tunu Di Kedalaman 40-60 Meter

Fadli menegaskan, menulis sejarah tidak hanya soal pencatatan peristiwa, tetapi juga bagian penting dari membangun identitas nasional. “Dalam konteks ini, muncul seruan untuk melakukan re-inventing Indonesian identity, menemukan kembali jati diri bangsa melalui narasi sejarah yang berpijak pada pengalaman dan karakter Indonesia sendiri,” pungkasnya. OSP

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Senin, 7 Juli 2025 dengan judul "Polemik Proyek Penulisan Ulang Sejarah DPR Turunkan Tim Supervisi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense