Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Target Naik Level Dari Partai Papan Tengah
Mardani Dorong PKS Jadi Partai Policy Entrepreneur
Senin, 7 Juli 2025 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bertekad melompat ke partai papan atas. Partai berlambang Bulan Sabit Kembar ini menyiapkan strategi baru, demi mencari kelompok suara baru di Pemilu 2029.
Ketua DPP Bidang Pemilu dan Pilkada PKS, Mardani Ali Sera meminta skuadnya untuk merenungi kenyataan bahwa partainya stagnan di angka 6-8 persen suara nasional. Dengan capaian angka tersebut, menjadikan PKS selalu berada di papan tengah pada setiap hajatan demokrasi.
"Ini bukan soal keburukan, tapi soal kegagalan melompat. Kita terjebak dalam apa yang saya sebut middle party trap," kata Mardani, di Jakarta, Minggu (6/7/2025).
Mardani menjelaskan, middle party trap adalah jebakan yang menggambarkan partai menengahyang sulit naik level atau menjadi pemain kunci dalam politik. Partai model ini, kata dia, selalu bertahan dalam setiap Pemilu.
Baca juga : Selain Soal Ormas, Kemendagri Soroti Masalah Sampah Yang Bebani Daerah
"Tapi, tidak kuat memenangkan pesta demokrasi atau menjadi kekuatan politik dominan," ujarnya.
Vokalis PKS di DPR ini meyakini, partainya memiliki potensi untuk menjadi partai papan atas. PKS, kata dia, memiliki struktur organisasi yang kuat, militansi kader yang teruji, dan warisannilai yang kokoh. Dengan kekuatan tersebut, kata dia, PKS selangkah lagi menuju kepemimpinan nasional.
"Namun, satu hal terpenting mengubah paradigma dari sekadar menjadi partai moral menjadi policy entrepreneur pelopor kebijakan publik yang inovatif, berbasis nilai, dan berpihak pada rakyat," bebernya.
Mardani pun menjelaskan resep politiknya agar PKS bisa finish di peringkat atas Pemilu 2029. Dia menganggap resepnya sebagai kunci yang harus dilakukan skuadnya untuk melompat ke level pertama partai politik.
Baca juga : KPK: OTT Jadi Pintu Masuk Dalami Keterlibatan Pihak Lain
Pertama, menjaga tradisi regenerasi kepemimpinan yang menjadi DNA PKS. Dalam tradisi PKS, kata Mardani, tidak ada Presiden PKS dua periode.
"Ini bukan kekurangan, ini justru kelebihan kami," tegasnya.
Kedua, menjadi pembela kelas menengah. Indonesia hanyaakan kuat, kata Mardani, jika memiliki tulang punggung berupa kelas menengah yang berdaya.
Terakhir, pentingnya membaca arah zaman dan merumuskan strategi baru yang tidak hanya bertumpu pada retorika, tetapi pada kebijakan yang menyentuh kebutuhan rakyat.
Baca juga : PSI Jawa Timur Bangun Posko Untuk Pemilu Raya
"PKS harus membuka diri terhadap kritik, mendengar masukan dari publik luas, dan menjadikan semua itu sebagai vitamin intelektual bagi transformasi partai," ujarnya.
Diketahui, pada hasil setiap pesta demokrasi lima tahunan, di tiga Pemilu terakhir, PKS selalu menempati posisi papan tengah. Pemilu 2014, PKS finish di urutan ke-7 dengan raihan 6,79 persen suara nasional. Pemilu 2019, PKS peringkat ke-6 dengan8,21 persen. Dan, Pemilu 2024, PKS tetap di posisi ke-6 dengan 8,42 persen.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya