BREAKING NEWS
 

Starlink Minta Tambah Frekuensi

Kemkomdigi Diminta Hati-hati

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : AULIA DARWIS
Selasa, 22 Juli 2025 07:35 WIB
Anggota Komisi I DPR Oleh Soleh. (Foto: Dok. fraksipkb).

RM.id  Rakyat Merdeka - Senayan mengingatkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berhati-hati menanggapi permintaan Starlink menambah kapasitas jaringan pita frekuensi E-band. Saat ini, layanan internet satelit milik Elon Musk itu tutup sementara untuk pelanggan baru lantaran frekuensi penuh.

Anggota Komisi I DPR Oleh Soleh mengatakan, permintaan Starlink tersebut harus dikaji mendalam dengan melibatkan banyak pihak.

"Pemerintah harus memperhatikan aspek keamanan dan kedaulatan nasional sebelum memutuskan permintaan tersebut," saran Oleh dalam keterangannya, Senin (21/7/2025).

Baca juga : Menhub Curiga Kapal Kelebihan Penumpang

Oleh bilang, tujuan awal masuknya operator Starlink di Indonesia untuk membangun jaringan internet di kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) di Indonesia. Hasilnya, jaringan internet di kawasan tersebut masih banyak yang mati.

"Artinya, tujuan awal masuknya internet asing itu di Indonesia tidak tercapai," kritiknya.

Politikus PKB ini menekankan pentingnya kedaulatan digital di ruang udara di Indonesia. Jangan sampai wilayah Indonesia yang luas malah dikendalikan oleh asing.

Baca juga : 1.272 Anak Binaan Bakal Dapat Remisi

"Jadi infrastruktur telekomunikasi dalam negeri harus dipersiapkan dengan baik," tegasnya.

Saat ini, lanjutnya, DPR sedang membahas Rancangan Undang -Undang (RUU) Pengelolaan Ruang Udara. Sehingga kedaulatan digital harus menjadi pembahasaan utama agar ruang digital Indonesia tidak dikuasai asing.

Senada, anggota Komisi I DPR Nico Siahaan meminta Komdigi berhati-hati dan melakukan kajian mendalam terhadap permintaan Starlink. Sebab, permintaan ini bisa menimbulkan kecemburuan di antara pelaku industri telekomunikasi dalam negeri yang selama ini telah berkontribusi besar dalam membangun infrastruktur digital nasional.

Baca juga : PAN Perkuat Basis Di Pulau Sumatera

"Komdigi jangan terburu-buru menyetujui permintaan itu sebelum melakukan evaluasi secara menyeluruh,” tegas Nico dalam keterangannya, Senin (21/7/2025).

Evaluasi yang dimaksud Nico adalah realisasi janji yang pernah disampaikan Starlink saat pertama masuk ke Indonesia. Yaitu, penyediaan internet untuk daerah 3T, puskesmas, investasi Tesla, dan lainnya.

Adsense

"Tapi, faktanya janji-janji itu tak pernah terealisasi,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense