BREAKING NEWS
 

Audiensi Dengan PLN Nusantara Power, Ibas: Co-Firing Biomassa Solusi Energi Bersih & Ekonomi Baru

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Minggu, 10 Agustus 2025 11:31 WIB
Wakil Ketua MPR Eddie Baskoro Yudhoyono (batik warna biru tengah) saat Audiensi dengan acara PT PLN Nusantara Power (PLN NP) Unit Pembangkit Pacitan di Pacitan (8/7/2025). (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menekankan pentingnya penerapan teknologi co-firing biomassa sebagai solusi pengurangan emisi karbon sekaligus peluang ekonomi baru.

Co-firing, yang memadukan pembakaran batu bara dengan limbah pertanian dan sampah terpilah, dinilai mampu memperkuat ketahanan energi nasional sambil menciptakan industri baru dan lapangan kerja.

Ibas juga menegaskan, bahwa  urgensi pengesahan RUU Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai landasan hukum percepatan transisi energi.

Hal tersebut disampaikan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI dalam acara Audiensi dengan acara PT PLN Nusantara Power (PLN NP) Unit Pembangkit Pacitan “Co-Firing Biomassa: Tantangan, Peluang, dan Peran PLTU dalam Mendorong Pencapaian Target EBT Nasional” di Pacitan (8/7/2025).

“Kabupaten sebesar Pacitan ini memiliki PLTU, sumber energi yang bisa mengaliri, menghidupi masyarakat tidak hanya di Pacitan tetapi juga lebih luas di tanah Jawa dan Bali. Kita bersyukur bahwa program ini hadir berkat inisiasi Presiden SBY, putra daerah Pacitan, yang melihat kebutuhan energi sebagai tantangan strategis bangsa,” ujarnya.

Wakil Rakyat dari Partai Demokrat ini berharap pengelolaan PLTU Pacitan dapat berjalan optimal dan efisien, sehingga Indonesia semakin mandiri dalam penyediaan energi.

“Kalau kita ingin terus lebih maju dan sejahtera, kita harus memperhatikan energi. Apalagi dunia kini bergerak mengurangi ketergantungan pada energi fosil,” ujar Ibas.

Dalam kesempatan tersebut, Edhie Baskoro juga menyoroti pentingnya transisi menuju energi bersih melalui penerapan co-firing biomassa di PLTU.

Baca juga : Kunker ke Kepulauan Seribu, Fahira Jaring Aspirasi Soal Air Bersih hingga MBG

Teknologi ini memadukan pembakaran batu bara dengan bahan baku biomassa, seperti limbah pertanian atau sampah terpilah, untuk mengurangi emisi karbon.

Co-firing biomassa adalah langkah nyata menuju energi bersih yang abadi. Selain mengurangi emisi CO₂ secara signifikan, kebijakan ini juga membuka peluang industri baru dan menciptakan lapangan pekerjaan di sektor biomassa,” ujar Ibas. 

Lebih lanjut, Ibas juga menegaskan bahwa Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo saat ini tengah fokus menciptakan kemandirian energi.

"Indonesia sedang menghadapi tantangan besar dalam transisi energi. Sejalan dengan pemikiran Presiden Prabowo, pemerintah kini tidak hanya fokus pada kemandirian pangan, tetapi juga kemandirian energi," ujar Ibas.

Menurutnya, energi adalah sumber kehidupan, dan untuk maju serta sejahtera kita harus memastikan ketersediaan energi yang berkelanjutan.

"Kita perlu mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan mengembangkan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan, demi generasi masa depan yang hidup sehat. Co-firing biomassa menjadi salah satu solusi potensial untuk mewujudkannya,” ujar Ibas. 

Wakil Rakyat Partai Demokrat dari Dapil Jawa Timur VII ini juga menyinggung urgensi pengesahan Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan (RUU-EBT) sebagai payung hukum yang kuat untuk mendorong investasi dan mempercepat transisi energi.

Adsense

Salah satu kunci percepatan transisi energi adalah hadirnya RUU-EBT. Targetnya, bauran energi terbarukan nasional mencapai 23 persen pada 2025 dan meningkat menjadi 30 persen pada 2050.

Baca juga : PLN EPI dan PLN NP Gaet Pemkab Gunung Mas Kembangkan Energi Bersih

Namun pembahasannya masih alot karena perbedaan kepentingan antara sektor fosil dan energi terbarukan,” ungkapnya.

Menurut Ibas, hambatan tersebut dapat diatasi dengan komunikasi yang intensif, insentif fiskal yang menarik, dan peningkatan kapasitas SDM di sektor energi.

Ibas mengajak seluruh pihak untuk bersinergi, termasuk PLN dan pemerintah pusat, dan daerah, agar Pacitan dapat menjadi percontohan pusat energi terbarukan di Indonesia

“Tujuannya sama: menciptakan keberlanjutan dan kesejahteraan lingkungan. Dengan dukungan regulasi, teknologi, dan komitmen bersama, saya yakin Pacitan bisa menjadi role model dalam transisi energi bersih," ujar Ibas.

Di akhir pemaparannya, Anggota Komisi XII DPR RI ini menegaskan bahwa biomassa adalah solusi energi untuk masa depan yang lebih cerah.

“Biomassa jadi solusi energi, menuju masa depan yang cerah. Bersama kita wujudkan mimpi untuk bumi yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.

Audiensi kemudian dilanjutkan dengan diskusi. Munif, Senior Manager PT PLN Nusantara Power (PLN NP) Unit Pembangkit Pacitan menyampaikan aspirasi dan keresahan terkait tantangan yang akan dihadapi di masa mendatang.

“Kami sangat berterima kasih atas undangan ini. Kesempatan yang sangat langka bagi kami. Seperti program yang dicanangkan PLN, kami juga melakukan biomassa Co-Firing mulai 2021," ujarnya.

Baca juga : Kian Diminati Masyarakat, Sport Tourism Bisa Jadi Lokomotif Baru Ekonomi Daerah

"Di 2024 total 184 ribu ton biomassa yang kami gunakan. Kami juga terus didorong, karena Co-Firing adalah bagian penting dari transisi energi. Kendala kami ada pada proses bisnis yang bisa mendukung ketersediaan stok biomassa sesuai kebutuhan. Limbah yang dapat digunakan berasal dari pertanian, perkebunan, industri, dan sampah,” pungkas Munif. 

Menanggapi hal tersebut, Ibas menekankan perlunya keterlibatan pemerintah daerah dan pusat untuk memperkuat rantai pasok biomassa.

“Kalau kita bisa mengelola sampah dan limbah pertanian secara sistematis, Pacitan akan punya sumber biomassa yang stabil. Ini bukan hanya soal PLTU, tapi juga peluang ekonomi untuk masyarakat,” ujarnya.

Bupati Pacitan Indrata Nuraji, turut menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor.

“Kami akan mendorong pengelolaan limbah sampah di Pacitan agar ke depannya bisa dimanfaatkan untuk biomassa. Dengan begitu, target ketersediaan bahan baku untuk co-firing akan lebih terjamin,” katanya.

Melalui audiensi ini, Ibas berharap sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat dapat terus terjalin untuk mengatasi tantangan penyediaan biomassa secara berkelanjutan.

Semangat kolaborasi yang terbangun hari ini menjadi modal penting bagi terciptanya solusi inovatif demi masa depan energi bersih yang bermanfaat bagi Pacitan dan Indonesia.

Pada Audiensi ini hadir pula Bupati Pacitan, Indrata Nuraji dan Ketua DPRD Pacitan, Arif Setia Budi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense