BREAKING NEWS
 

Perkuat Posisi Panggung Global

Fraksi Golkar Dorong Ekspor Pasca Penurunan Tarif AS ke 19 Persen

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 20 Agustus 2025 14:29 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI Mukhtarudin memuji capaian diplomasi ekonomi Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang berhasil menurunkan tarif bilateral dengan Amerika Serikat, dari 32 persen menjadi 19 persen.

Keberhasilan ini, menurut Mukhtarudin, dianggap sebagai tonggak penting dalam memperjuangkan kepentingan nasional di panggung global, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di tengah dinamika perdagangan internasional.

Mukhtarudin mengaku bahwa penurunan tarif sebesar 13 persen tersebut merupakan hasil negosiasi yang panjang dan penuh tantangan.

"Saya kira ini merupakan cerminan dari komitmen kuat Pemerintah Indonesia untuk melindungi kepentingan nasional. Penurunan tarif ini akan memberikan dampak signifikan bagi sektor ekspor, terutama industri tekstil, agribisnis, dan produk olahan, yang selama ini menghadapi hambatan tarif tinggi di pasar AS,” ungkap Mukhtarudin saat dihubungi Wartawan, Rabu (20/8/2025).

Politisi Dapil Kalteng ini menyoroti bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari strategi diplomasi ekonomi yang terarah, melibatkan koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, dan pelaku industri.

Mukhtarudin menekankan pentingnya langkah lanjutan dalam memperkuat hubungan perdagangan bilateral dengan AS, yang merupakan salah satu pasar ekspor terbesar Indonesia.

Baca juga : Pengakuan Fortune Global, Dorong Pertamina Wujudkan Asta Cita Swasembada Energi

Data Kementerian Perdagangan mencatat bahwa pada 2024, nilai ekspor Indonesia ke AS mencapai 28 miliar dolar AS, dengan komoditas utama seperti tekstil, alas kaki, dan produk perikanan.

Dengan penurunan tarif ini, peluang peningkatan ekspor diperkirakan dapat mencapai 15-20 persen dalam dua tahun ke depan.

Namun, Mukhtarudin juga mengingatkan bahwa keberhasilan ini harus diimbangi dengan penguatan kapasitas industri dalam negeri.

"Kita perlu memastikan bahwa produk ekspor kita memenuhi standar kualitas internasional, termasuk aspek keberlanjutan dan teknologi. DPR, khususnya Fraksi Golkar, akan terus mendorong legislasi yang mendukung pengembangan UMKM dan industri strategis agar mampu bersaing di pasar global,” imbuh Mukhtarudin.

Adsense

Presiden Prabowo Subianto dalam pidato nota keuangan RAPBN 2026 menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah langkah awal dalam menghadapi tantangan perdagangan global yang semakin kompleks.

"Tentunya ini masih merupakan tantangan, dan kita terus harus menyiapkan diri untuk keadaan di masa depan yang lebih berat lagi untuk kita,” ujar Presiden Prabowo.

Baca juga : Perkuat Ekonomi Umat, Muhammadiyah Dorong Penggunaan Bank Syariah Matahari

Kepala Negara menekankan bahwa pemerintah akan terus mendorong diversifikasi pasar ekspor dan memperkuat kerja sama dengan negara lain untuk mengurangi ketergantungan pada satu pasar.

Pelaku usaha menyambut baik capaian ini. Ketua Asosiasi Pengusaha Tekstil Indonesia (API) Jemmy Kartiwa menyatakan, penurunan tarif akan meringankan beban biaya ekspor dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar AS.

"Ini adalah angin segar bagi industri tekstil, yang selama ini tertekan oleh tarif tinggi dan persaingan dengan negara lain seperti Vietnam dan Bangladesh,” katanya.

Ia berharap, pemerintah juga mempercepat implementasi perjanjian ini dengan menyediakan insentif bagi eksportir, seperti pelatihan dan akses pembiayaan.

Di sisi lain, sejumlah analis ekonomi memperingatkan bahwa Indonesia perlu mewaspadai potensi tantangan baru, seperti tekanan dari negara lain yang mungkin menuntut konsesi serupa atau eskalasi perang dagang global.

Dr. Fithra Faisal, ekonom dari Universitas Indonesia yang juga Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan menyarankan agar pemerintah memanfaatkan momen ini untuk mempercepat reformasi struktural di sektor logistik dan rantai pasok guna memaksimalkan manfaat dari penurunan tarif.

Baca juga : MPR Kumpulkan Pimpinan Fraksi, Amandemen Menguat Pasca Putusan MK

Mukhtarudin menegaskan bahwa Fraksi Golkar akan terus mengawal kebijakan perdagangan luar negeri agar tetap berpihak pada kepentingan nasional.

"Kami mendukung penuh langkah pemerintah, tetapi juga akan memastikan bahwa setiap kebijakan diimplementasikan dengan transparansi dan akuntabilitas. Keberhasilan ini harus menjadi pemicu untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci di ekonomi global,” pungkas Mukhtarudin.

Saat ini Pemerintahan Prabowo Gibran kini tengah mempersiapkan langkah lanjutan untuk menegosiasikan perjanjian serupa dengan mitra dagang utama lainnya, seperti Uni Eropa dan China, sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas akses pasar dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense