RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono meyakini, Presiden Prabowo Subianto telah memperhitungkan untung rugi ketika memutuskan untuk tetap menghadiri peringatan 80 Tahun Victory Day China. Dave menilai, kehadiran Prabowo di China sebagai langkah strategis.
"Tentunya Presiden telah memperhitungkan secara matang, baik dari sisi diplomasi maupun stabilitas nasional," kata Dave, kepada RM.id, Rabu (3/9/2025).
Baca juga : Bamsoet Dukung Lawatan Prabowo ke China untuk Jaga Kepercayaan Dunia
Lagipula, tambah Dave, Presiden Prabowo telah bergerak responsif menangani situasi dalam negeri hingga kondusif, pasca-aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di berbagai daerah.
"Beliau membesuk langsung para korban demonstrasi, baik dari unsur sipil maupun aparat, serta mengambil langkah-langkah konkret untuk meredakan ketegangan di Jakarta dan daerah lainnya," ujar Dave.
Baca juga : Kehadiran Prabowo di China Isyaratkan Indonesia Telah Terkendali
Menurut politisi Partai Golkar itu, keberangkatan Prabowo ke China bagian dari agenda kenegaraan yang lebih luas. Bukan bentuk pengabaian terhadap situasi dalam negeri. Kunjungan ini bertujuan memperkuat hubungan bilateral dan menjaga momentum kerja sama strategis antar-negara.
"Di tengah dinamika geopolitik kawasan, kehadiran Presiden Prabowo di China menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra aktif dan berdaulat dalam percaturan global. Penguatan kerja sama di bidang pertahanan, teknologi dan ekonomi menjadi kunci untuk menjaga kepentingan nasional,” jelas Dave.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.