BREAKING NEWS
 

Turun Mutu Gegara Lama Tersimpan

Beras Bulog Hasil Impor Harus Segera Disalurkan

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : AULIA DARWIS
Senin, 22 September 2025 07:05 WIB
Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo. (Foto: Instagram firmansoebagyo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo mengaku terkejut setelah menerima laporan dari Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengenai kondisi riil stok beras di gudang Bulog. Sebab, marak ditemukan beras Bulog turun mutu di sejumlah gudang.

“Stok beras hasil pengadaan dari luar negeri (impor) sebanyak lebih dari 101 ribu ton sudah berumur simpan selama lebih dari 12 hingga 15 bulan," ungkap Firman dalam keterangannya, Minggu (21/9/2025).

Bahkan, sebagian beras asal Vietnam sebanyak 26 ribu ton mulai mengalami penurunan mutu dengan warna menguning. "Hanya beras asal Thailand yang relatif masih baik kondisinya," katanya.

Baca juga : Menteri PU Siapkan Anggaran Rp 8 Miliar

Kondisi ini tak lepas dari kebijakan distribusi yang terlalu lambat dan berbelit-belit. Padahal, pihaknya sudah berulang kali mengingatkan Kementerian Pertanian (Kementan) maupun Bapanas agar stok beras segera disalurkan sebelum melewati masa simpan ideal selama empat sampai enam bulan.

Dia bilang, kejadian lamanya beras tersimpan di gudang baru pertama kali terjadi sepanjang sejarah. Namun, Bulog tidak bisa disalahkan karena mereka hanya pelaksana. "Tanpa perintah dari Pemerintah dan Bapanas, Bulog tidak berani mendistribusikan,” ujar politikus senior Golkar ini.

Keterlambatan distribusi, lanjutnya, bukan hanya masalah teknis, tetapi sudah menyentuh aspek tata kelola pangan secara nasional. Ketika stok menumpuk di gudang hingga kualitasnya turun, bukan hanya Bulog yang menanggung kerugian, tetapi juga negara dan masyarakat yang akhirnya dirugikan dengan harga pangan yang tidak stabil.

Baca juga : Kemendukbangga Gandeng10 Perusahaan Di Jateng

“Bulog harus menanggung beban berat karena mengalami kerugian besar. Kalau tidak segera ada langkah penyelamatan, bisa semakin lemah,” tutur anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR ini.

Selain itu, Firman menilai langkah Presiden Prabowo Subianto yang telah menginstruksikan agar Bulog dikembalikan pada peran strategisnya seperti di masa Orde Baru sebagai langkah tepat. Sebab Bulog difungsikan sebagai buffer stock atau stock penyangga harga pangan.

Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan transformasi kelembagaan Bulog agar dapat bekerja lebih cepat, terlepas dari jeratan birokrasi panjang maupun campur tangan berlebihan dari berbagai pihak. "Kalau perlu diperkuat lagi, Kepala Bulog setara dengan Menteri Pangan, sehingga keputusan bisa lebih cepat dan terarah,” saran Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia.

Adsense

Baca juga : Kader Partai Matahari Diminta Berintrospeksi

Firman mengingatkan, salah satu persoalan mendasar yang kerap dihadapi Bulog adalah model penyerapan beras maklon alias melalui pihak ketiga yang masih bermasalah. Juga, biaya produksi yang tinggi, keterbatasan fasilitas penyimpanan, serta risiko penurunan kualitas selama proses distribusi menjadi tantangan nyata. "Semua ini berimbas langsung pada harga di pasaran, yang pada akhirnya membebani masyarakat," kata dia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense