BREAKING NEWS
 

Turun Mutu Gegara Lama Tersimpan

Beras Bulog Hasil Impor Harus Segera Disalurkan

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : AULIA DARWIS
Senin, 22 September 2025 07:05 WIB
Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo. (Foto: Instagram firmansoebagyo)

 Sebelumnya 
Dengan itu, Firman berpendapat, penguatan kelembagaan Bulog tidak boleh berhenti pada aspek distribusi semata. Bulog harus memiliki fungsi strategis sebagai pengendali cadangan pangan nasional, sekaligus menjadi penyangga harga untuk melindungi petani maupun konsumen.

“Pengembalian fungsi Bulog seperti masa lalu dengan penguatan struktural adalah langkah realistis untuk menjaga stabilitas harga dan menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat,” terang legislator dari dapil Jawa Tengah (Jateng) III ini.

Firman menekankan, keberhasilan Bulog menjaga ketersediaan pangan akan sangat menentukan keberhasilan program Pemerintah dalam menekan inflasi dan menjamin ketahanan pangan nasional. Bila Bulog dibiarkan lemah, maka yang rugi bukan hanya lembaga, tapi seluruh masyarakat Indonesia. "Jadi transformasi Bulog harus segera dipercepat, bukan ditunda-tunda lagi,” tandasnya.

Baca juga : Menteri PU Siapkan Anggaran Rp 8 Miliar

Sementara, Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani membantah beras di gudang Bulog ada yang terancam terbuang (disposal) karena mengalami penurunan mutu, sehingga tidak layak dikonsumsi.

Dia menegaskan, beras dalam keadaan baik, tidak rusak maupun turun mutu. "Proses penyimpanan beras di gudang hingga pengemasan dijaga dengan baik," tegas Rizal di Jakarta, Jumat (19/9/2025).

Namun demikian, Rizal tidak menutup mata ada kemungkinan tidak 100 persen beras tidak mengalami kerusakan. Karena namanya tersimpan di gudang. "Intinya kita berupaya untuk jadi bagus dan berupaya memproses beras berkualitas baik bagi masyarakat," tegas Rizal.

Baca juga : Kemendukbangga Gandeng10 Perusahaan Di Jateng

Terkait keluhan kualitas beras untuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Rizal menerangkan, memang kualitas varietas dari bibit padinya yang pera. Karena biasanya orang Sumatera sukanya yang pera. "Kalau orang Jawa sukanya pakai yang kering-kering, sehingga harus pulen," bebernya.

Namun demikian, tegas Rizal pihaknya akan terus memilih beras yang berkualitas baik dari gudang. "Langkah pemilihan yang selektif ini dilakukan demi menghindari penyaluran beras yang sudah menguning ke masyarakat," pungkasnya. TIF

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Senin, 22 September 2025 dengan judul "Turun Mutu Gegara Lama Tersimpan Beras Bulog Hasil Impor Harus Segera Disalurkan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense