RM.id Rakyat Merdeka - Senayan menyambut positif keputusan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tidak menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) pada 2026.
Wakil Ketua Komisi XI DPR Hanif Dhakiri mengatakan, keputusan Pemerintah bisa memberikan kepastian usaha bagi industri tembakau nasional sekaligus melindungi jutaan buruh serta petani kecil. Untuk mendukung keputusan itu, Pemerintah perlu melakukan penguatan di sektor lain agar kebijakan ini bisa optimal.
Baca juga : Zulhas Kebut Kawasan Swasembada Di Papua
Langkah-langkah penguatan yang bisa dilakukan antara lain, peningkatan pengawasan rokok ilegal, pengembangan kawasan industri, serta optimalisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Dengan demikian, penerimaan negara akan tetap terjaga.
“Selain itu, stabilitas fiskal akan terlindungi dan kepentingan kerakyatan di sektor hasil tembakau semakin terjamin,” kata Hanif dalam keterangannya, kemarin.
Baca juga : Mendagri Minta Kepala Daerah Prioritaskan TBC
Komisi XI, lanjutnya, mendukung penuh keputusan tersebut. Pasalnya, industri tembakau nasional bukan hanya menyumbang penerimaan negara, tapi juga menopang lapangan kerja padat karya, dan jadi salah satu tumpuan ekonomi masyarakat.
Dia menambahkan, keputusan tersebut juga penting untuk menjaga keberlangsungan lapangan kerja di sektor hasil tembakau. Dengan tidak adanya kenaikan tarif, tekanan terhadap pekerja, petani kecil, dan masyarakat bisa diminimalkan. Kebijakan ini juga memberi ruang bagi industri untuk tetap bertahan di tengah tantangan.
Baca juga : Pastikan Maju Sebagai Calon Ketua Golkar Malut, Alien Mus Bisa Tiga Periode?
“Di saat yang sama, industri memiliki ruang lebih besar untuk bertahan dan berinvestasi, sekaligus menata strategi menghadapi persaingan pasar,” terang wakil ketua umum PKB itu.
Senada, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menilai, langkah Menteri Purbaya sudah tepat dan perlu didukung. Keputusan itu menunjukkan bahwa Purbaya mulai memahami permasalahan fundamental di persoalan CHT.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.