Sebelumnya
Selain itu, HNW meminta agar persoalan kartu Nusuk yang sempat menyusahkan jemaah haji tahun sebelumnya tidak terulang lagi. Hal ini untuk memastikan peningkatan kualitas layanan dan kemudahan ibadah jemaah haji Indonesia.
Caranya, beber dia, agar kartu Nusuk didistribusikan sedini mungkin, bahkan sejak jemaah berada di embarkasi di Indonesia. Sehingga, mereka dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan tenang tanpa kendala administrasi seperti tahun sebelumnya.
HNW mengenang pada pelaksanaan haji tahun 2025, banyak jemaah kesulitan masuk ke Mekkah, dan yang sudah berada di Mekkah pun kesulitan masuk ke Masjidil Haram. Hal ini terjadi karena miskomunikasi antara Pemerintah Indonesia dengan Syarikah, sehingga kartu Nusuk terlambat dibagikan.
Baca juga : Pengguna iPhone Tak Bisa Gunakan QRIS Tap, BI Akan Lobi Apple
"Untuk haji tahun depan, Kemenhaj harus memastikan agar tidak lagi terjadi permasalahan dengan Syarikah (perusahaan pengelola layanan haji) seperti tahun lalu," ucap Hidayat.
Dia bilang, Kemenhaj dan Komisi VIII DPR juga menyepakati dan mengupayakan pembagian kartu Nusuk dilakukan sejak jemaah berada di embarkasi di Indonesia, dan memastikan Syarikah memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji. "Hal ini telah menjadi keputusan rapat yang bersifat mengikat dan wajib dilaksanakan oleh Kemenhaj,” ujarnya.
Diketahui, kartu Nusuk adalah kartu identitas digital wajib bagi jemaah haji yang diterbitkan oleh Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah. Kartu ini berisi data pribadi jemaah seperti foto dan nomor visa, serta dilengkapi kode QR yang berfungsi sebagai identitas resmi dan tiket untuk mengakses layanan serta memasuki area-area tertentu di Tanah Suci, seperti Masjidil Haram dan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Baca juga : Kebijakan Pram Kurangi Beban Ekonomi Rakyat
Sementara, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf berjanji mengupayakan peningkatan jumlah petugas pembimbing ibadah (bimbad) haji perempuan dalam penyelenggaraan haji 2026. Sebab peran pembimbing perempuan menjadi aspek krusial agar setiap jemaah wanita mendapatkan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan ibadah selama di Tanah Suci.
"Ini termasuk aspek kenyamanan dan bimbingan ibadah yang sensitif gender di Tanah Suci," ujar Gus Irfan dalam keterangannya, Senin (10/11/2025).
Gus Irfan mengatakan, kehadiran pembimbing perempuan akan memperkuat aspek perlindungan jemaah wanita, terutama dalam pelayanan di pemondokan, tempat ibadah, serta kegiatan bimbingan rohani yang membutuhkan pendekatan sensitif gender. TIF
Baca juga : Kasus Dana PEN Situbondo, KPK Tetapkan 5 TSK Baru
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Selasa, 11 November 2025 dengan judul "Kemenhaj Akan Buka Seleksi Petugas Haji Perbanyak Petugas Perempuan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.