Dark/Light Mode

Pengguna iPhone Tak Bisa Gunakan QRIS Tap, BI Akan Lobi Apple

Selasa, 11 November 2025 06:30 WIB
Ilustrasi, layanan QRIS Tap di moda transportasi umum. (Foto: Dok. Bank Mandiri)
Ilustrasi, layanan QRIS Tap di moda transportasi umum. (Foto: Dok. Bank Mandiri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kehadiran QRIS Tap di sejumlah moda transportasi umum semakin memudahkan pengguna handphone Android bertransaksi. Namun sayangnya, para pengguna iPhone tidak bisa menggunakan layanan itu karena Apple masih menutup akses fitur Near Field Communication (NFC) untuk aplikasi pembayaran lokal.

Untuk mengatasi ini, Bank Indonesia (BI) akan mencoba mengajak bicara perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut. BI terus mengembangkan pengguna QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) Tap dalam pembelian tiket transportasi umum, tidak hanya bertujuan untuk memperkuat ekosistem pembayaran digital. Tetapi juga untuk memperluas pangsa pasar dompet digital di Indonesia, termasuk Apple Pay dari Apple Inc. 

Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda menyambut positif langkah BI menghadirkan QRIS Tap pada sektor transportasi publik. 

Selama ini, QRIS memungkinkan berbagai aplikasi pembayaran digital, baik e-wallet maupun mobile banking menggunakan satu standar kode untuk transaksi. Namun kini, melalui QRIS Tap, peng guna smartphone Android cukup menempelkan ponselnya untuk melakukan Tap In dan Tap Out sebagai alat pembayaran di KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line, MRT (Mono Rail Transit) Jakarta, LRT (Light Rail Transit), hingga bus TransJakarta sejak akhir Oktober lalu. 

Baca juga : Perbanyak Petugas Perempuan

“QRIS Tap memanfaatkan teknologi NFC (Near Field Communication) yang ada di smartphone, khususnya Android. Tapi saya coba menggunakan iPhone, belum bisa,” ujar Nailul kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Nailul memakluminya. Sebab, Apple masih membatasi akses NFC hanya untuk layanan dompet digital Apple Pay. Sementara, Apple Pay hingga kini belum memperoleh izin operasional dari Bank Indonesia. 

Ditambah lagi, kata Nailul, Indonesia belum termasuk negara yang mendukung penggunaan Apple Pay. Agar dapat digunakan, Apple perlu melakukan kerja sama dengan bank serta lembaga keuangan lokal untuk integrasi sistem. 

“Alhasil, pengguna iPhone belum dapat menggunakan QRIS Tap,” tutur Nailul. 

Baca juga : Kebijakan Pram Kurangi Beban Ekonomi Rakyat

Menurut dia, Apple kemungkinan akan melakukan perhitungan bisnis terkait potensi pengguna dan persaingan dengan dompet digital yang sudah mapan di Indonesia. Selain itu, masih ada persoalan in tegrasi data. 

“Ini menyangkut lalu lintas data dan perlu pembahasan lebih lanjut dengan BI,” ujarnya. 

Meski demikian, Nailul berharap penerapan QRIS Tap terus diperluas, tidak hanya di lima moda transportasi yang sudah berjalan, tetapi juga ke daerah dan sektor lain. 

“Kalau penggunaan makin luas, bukan tidak mungkin pola penggunaan kartu uang elektronik (e-money) akan bergeser,” tambahnya. 

Baca juga : Kasus Dana PEN Situbondo, KPK Tetapkan 5 TSK Baru

Sebelumnya, Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Himawan Kusprianto, mengamini, bahwa QRIS Tap saat ini baru dapat diakses pengguna Android. 

BI berencana membuka pembicaraan dengan Apple untuk membuka akses NFC pada perangkat iOS. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.