Sebelumnya
Bawaslu akan menggandeng para pakar dari bidang teknologi informasi dan siber. Kolaborasi ini diharapkan dapat merumuskan formula pengawasan terbaik di ruang digital. Karena itu, penguatan pengawasan ruang digital menjadi prioritas utama lembaganya, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran yang ada.
“Kami memiliki amanah untuk memastikan konsep pengawasan jelas dan mitigasi dilakukan secara kuat,” tandasnya.
Dia menekankan penguatan kemampuan pengawas pemilu dalam mendeteksi dan menindak penyalahgunaan AI menjadi sangat penting. Tanpa bekal yang memadai, pengawas akan kesulitan mengidentifikasi manipulasi yang mungkin terjadi.
Baca juga : Supratman Usul Bahas Royalti Musik Dan AI
“Kecanggihan teknologi memerlukan adaptasi yang setara dari sisi pengawasan untuk menjaga integritas pemilu,” kata dia.
Secanggih apa pun niat untuk melakukan pengawasan, kata Lolly, bila tidak diimbangi kecanggihan beradaptasi dengan teknologi maka akan kesulitan. “Jadi kami berkomitmen untuk terus berinovasi dalam metode pengawasan,” tandasnya.
Sedangkan, Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) August Mellaz menilai, ketertinggalan perangkat hukum Indonesia dalam menghadapi percepatan teknologi kecerdasan buatan dan model pengawasan digital kian memengaruhi proses pemilu.
Baca juga : Muhaimin Usul Pendirian Badan Vokasi Nasional
“Ketika undang-undang dibuat, belum terbayang bagaimana cepatnya teknologi berkembang. Karena itu, revisi dan penguatan regulasi menjadi kebutuhan mendesak,” ujar Mellaz.
Mellaz menyebut, sejumlah negara kini berhadapan dengan disinformasi digital yang semakin canggih, sementara Indonesia mulai melihat tanda-tanda serupa. Sebetulnya, sebagian persoalan saat ini masih bisa ditangani karena skalanya kecil dan cenderung konvensional.
Tapi pengalaman beberapa negara lain, keberadaan aktor-aktor eksternal dengan kemampuan teknologi tinggi, membuat ancaman tersebut tidak boleh diremehkan. TIF
Baca juga : Jelang Musda Golkar Kepri, DPD Dan Ormas Dukung Anggota DPR Rizki Faisal
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Minggu, 16 November 2025 dengan judul "Manfaatkan Perkembangan Teknologi, DPR Bakal Masukkan AI Dalam Revisi UU Pemilu"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.