RM.id Rakyat Merdeka - Legislator Senayan meminta Pemerintah memperkuat mitigasi dan antisipasi bencana menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Wakil Ketua Komisi V DPR Andi Iwan Darmawan Aras mengatakan, peringatan bencana ini berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Wilayah Jawa Barat (Jabar) tercatat sebagai daerah paling rawan bencana, disusul Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim).
Iwan melanjutkan, wilayah Jabar, Jateng dan Jabar merupakan kawasan berpenduduk padat yang akan mengalami peningkatan mobilitas selama libur panjang Nataru. Maka semua pihak, termasuk masyarakat, harus meningkatkan kewaspadaan.
Peringatan BMKG, harap dia, tidak dipandang sebagai alarm teknis semata. Tapi sinyal mengenai kesiapan negara dalam menghadapi ancaman bencana yang semakin sering dan ekstrem.
Baca juga : Berantas Mafia Tanah Sampai Ke Akarnya
“Intensifikasi Monsun Asia, anomali atmosfer global, hingga potensi kelahiran bibit siklon tropis menjadikan Desember 2025 sebagai periode dengan risiko hidrometeorologi tertinggi dalam beberapa tahun terakhir,” kata Iwan. Monsun Asia adalah angin musim yang bertiup dari Benua Asia menuju Australia membawa banyak uap air yang menyebabkan musim hujan di Indonesia.
Iwan menyebut, bencana alam telah melanda berbagai wilayah di Indonesia. Sehingga, Pemerintah harus segera menerjemahkan prediksi dan peringatan dini BMKG ke dalam langkah konkret yang cepat. Termasuk persiapan evakuasi warga, pengungsian dini, pengetatan aktivitas di zona merah, dan memperkuat logistik sebelum bencana tiba. “Juga dukungan informasi publik yang masif dan mudah diakses,” ucapnya.
Iwan menekankan kesiapsiagaan membutuhkan keberanian mengambil keputusan, termasuk tindakan dini yang mungkin tidak populer. Dalam situasi seperti ini, kesiapsiagaan bukan lagi sekadar soal kemampuan teknis, tapi soal keberanian untuk memutuskan tindakan dini yang tidak populer. “Ini penting untuk menyelamatkan nyawa,” imbuh legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan (Sulsel).
Senada, Anggota Komisi V DPR Danang Wicaksana Sulistya meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan sejumlah stakeholder lainnya mempersiapkan segala sesuatunya. Seperti angkutan publik, sarana dan prasarananya, baik rel kereta api, pelabuhan dan bandar udara.
Baca juga : Menteri Imipas Gratiskan Penggantian Paspor Korban
“Peran aktif BMKG ditunggu, karena sekarang ini masuk dalam cuaca yang ekstrem, sehingga info cuaca terbaru agar lebih cepat,” harap Danang dalam keterangannya, Jumat (5/12/2025).
Peran BMKG, tambah Danang, bisa turut serta meningkatkan tingkat kewaspadaan masyarakat dalam merencanakan perjalanan libur Nataru. Sehingga, bisa diprediksi bagaimana perjalanan dan bisa mitigasi ke depannya.
Selain itu, Danang meminta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) atau Basarnas menyiapkan berbagai upaya mitigasi dengan menyiapkan posko darurat untuk kesiapsiagaan. Hal ini dilakukan apabila adanya sesuatu hal yang memerlukan bantuan cepat.
Sementara, Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menyebut jenis bencana yang mendominasi selama libur Nataru 2026. Antara lain, hujan ekstrem, angin kencang, dan fenomena lain. Seperti petir yang merusak, puting beliung, hujan es, dan jarak pandang terbatas yang kerap mengganggu penerbangan maupun pelayaran.
Baca juga : Gerindra Bali Minta Proyek Pembangunan Dilanjutkan
“Jawa Barat memimpin frekuensi kejadian hujan ekstrem dan angin kencang, disusul Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” ujar Faisal dalam keterangannya, Jumat (5/12/2025).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.