BREAKING NEWS
 

Komisi X Dukung Revitalisasi 71 Ribu Sekolah

Prioritaskan Daerah Bencana

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : AULIA DARWIS
Kamis, 15 Januari 2026 07:05 WIB
Wakil Ketua Komisi X DPR Kurniasih Mufidayati. Foto: Dok PKS

 Sebelumnya 
Dia menambahkan, revitalisasi sekolah harus menghasilkan bangunan yang kokoh, aman, dan berumur panjang. Karena itu, kualitas pekerjaan dan integritas pelaksana proyek menjadi faktor yang sangat krusial.

Perbaikan gedung sekolah merupakan bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan berkualitas. Hal ini sejalan dengan komitmen pembangunan nasional dalam Asta Cita. “Kualitas sarana dan prasarana pendidikan merupakan fondasi penting untuk mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah,” kata dia.

Komisi X DPR, lanjutnya, mendorong agar program perbaikan sekolah dirancang secara lebih menyeluruh dan berkelanjutan dan tidak bersifat tambal sulam. Tentunya dengan memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan, inklusivitas, dan ketahanan terhadap bencana maupun perubahan iklim.

Baca juga : Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi Di Jateng

Anggota Komisi X DPR Habib Syarief Muhammad menambahkan, kebijakan revitalisasi sekolah sangat tepat dan menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Hingga saat ini masih banyak gedung sekolah di berbagai daerah yang mengalami kerusakan dan berada dalam kondisi tidak layak untuk menunjang proses belajar mengajar.

Penambahan jumlah sekolah yang direvitalisasi ini kata Habib merupakan langkah strategis dan sangat dibutuhkan. “Kita tidak bisa menutup mata masih banyak sekolah dengan kondisi bangunan yang rusak, bahkan membahayakan keselamatan siswa dan guru,” ujarnya, kemarin.

Habib menegaskan, sarana dan prasarana pendidikan merupakan faktor fundamental dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan berkualitas. Karena lingkungan sekolah yang aman dan layak akan berdampak langsung pada kenyamanan belajar siswa serta kinerja tenaga pendidik.

Baca juga : Mendes: Desa Penentu Masa Depan Indonesia

“Pendidikan tidak hanya soal kurikulum dan tenaga pengajar, tetapi juga soal fasilitas. Jadi gedung sekolah yang layak adalah prasyarat utama untuk mencetak generasi yang unggul,” tegas politikus PKB ini.

Habib menilai kebijakan Presiden Prabowo dengan menambahkan jumlah revitalisasi sekolah sebagai bukti nyata kepedulian dan komitmen Pemerintah terhadap kemajuan dunia pendidikan nasional. Diharapkan pelaksanaan program revitalisasi ini dapat dilakukan secara tepat sasaran, transparan, dan merata. Utamanya bagi sekolah-sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Kami akan terus mengawal kebijakan ini agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas dan menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan pendidikan Indonesia,” harap legislator asal Jawa Barat (Jabar) ini.

Baca juga : Setelah PAN, Giliran Golkar & PKB Tolak E-Voting Pemilu

Sementara, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan, prioritas program revitalisasi satuan pendidikan di 2026 adalah sekolah yang rusak. Nantinya, sekolah yang hanya memerlukan perbaikan kecil bisa menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan tidak perlu dari anggaran revitalisasi. TIF

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Kamis, 15 Januari 2026 dengan judul "Komisi X Dukung Revitalisasi 71 Ribu Sekolah Prioritaskan Daerah Bencana"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense