BREAKING NEWS
 

Agar Harga Minerba Lebih Stabil

Yulisman: RKAB Satu Tahun Instrumen Pengendalian Produksi

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 21 Januari 2026 15:56 WIB
Foto: Fraksi Golkar DPR.

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi XII DPR dari Fraksi Partai Golkar Yulisman, menilai kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) satu tahun merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola sektor pertambangan, terutama dalam mengendalikan produksi, menjaga stabilitas harga komoditas, serta memastikan keberlanjutan penerimaan negara dan kepastian usaha.

Yulisman menjelaskan, urgensi RKAB satu tahun semakin relevan karena dalam beberapa periode terakhir pasar komoditas mengalami tekanan.

Di sektor batubara misalnya, harga internasional cenderung turun dibanding periode puncak beberapa tahun lalu.

Data menunjukkan harga batubara acuan jenis GAR 4.200 kcal pernah menyentuh level US$39,40/ton pada Juni 2025, dan pada 24 Desember 2025 berada di US$44,99/ton, jauh di bawah puncaknya US$154,21/ton pada Oktober 2021.

Baca juga : Masa Tua Lebih Percaya Diri, Bank DBS Indonesia Hadirkan Trik Pensiun Produktif

Kondisi ini menggambarkan pasar yang rentan terhadap oversupply dan pelemahan demand.

“Dalam situasi harga yang turun, negara harus punya instrumen untuk memastikan produksi tidak lepas kendali. RKAB satu tahun adalah alat kendali agar pasokan lebih terukur, sehingga harga mineral dan batubara tidak jatuh lebih dalam,” tegas Yulisman.

Adsense

Ia menambahkan, kecenderungan penurunan harga juga terjadi pada mineral strategis seperti nikel. Pada awal 2026, harga nikel global berada di kisaran US$17.791/ton (21 Januari 2026), sementara pada awal 2025 harga sempat bergerak di kisaran US$15 ribu/ton dan berfluktuasi seiring isu oversupply.

Hal ini menunjukkan bahwa pasar nikel juga menghadapi tekanan struktural dari sisi pasokan. Menurut Yulisman, RKAB satu tahun memberi ruang bagi pemerintah untuk menyusun skenario pasokan yang lebih presisi: menyesuaikan produksi terhadap kebutuhan domestik (termasuk industri dan kelistrikan), kebutuhan hilirisasi, serta dinamika ekspor.

Baca juga : Petani Kembali Semangat, Produksi Pangan Terjaga

Dengan pola tersebut, negara memiliki basis yang lebih kuat untuk menjaga keseimbangan supply–demand agar pembentukan harga lebih sehat.

Secara tata kelola, Yulisman menekankan RKAB satu tahun juga memperkuat monitoring dan evaluasi berbasis realisasi, mulai dari kepatuhan volume produksi, pengendalian risiko lingkungan, hingga aspek keselamatan kerja.

Ia menilai, pendekatan ini akan menutup celah praktik produksi berlebihan yang tidak sejalan dengan kapasitas pengolahan, kemampuan logistik, maupun kebutuhan pasar.

“Yang dibutuhkan adalah keteraturan produksi. Ketika produksi disiplin dan sesuai kebutuhan, harga akan lebih stabil, penerimaan negara lebih terjaga, dan industri hilir juga mendapat kepastian pasokan,” ujar legislator asal daerah pemilihan Riau II itu.

Baca juga : Pengesahan RUU Perampasan Aset Jadi Instrumen Pulihkan Kepercayaan Publik

Komisi XII DPR, lanjut Yulisman, akan terus mendorong agar kebijakan RKAB satu tahun dijalankan secara konsisten dengan prinsip transparansi, kepastian regulasi, dan penguatan pengawasan.

Sehingga, sektor mineral dan batubara dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjaga keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense