RM.id Rakyat Merdeka - Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Novita Wijayanti menggelar Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara di Aula Desa Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (8/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas konstitusional Anggota MPR RI dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara, yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Novita menegaskan, Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara merupakan dasar dan pedoman utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Keempat pilar tersebut menjadi landasan penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sekaligus mewujudkan kehidupan bernegara yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
"Di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang semakin kompleks, pemahaman dan pengamalan nilai-nilai kebangsaan menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, sosialisasi Empat Pilar harus dilakukan secara berkelanjutan agar tetap menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari," ujar Novita.
Baca juga : Peringati HUT Ke-18, Kemenangan Gerindra Buah Dari Kesabaran Dan Disiplin
Sosialisasi yang diikuti sekitar 150 peserta ini berlangsung interaktif. Materi disampaikan secara sistematis dan komunikatif, dilanjutkan dengan sesi dialog dan tanya jawab.
Peserta tampak antusias dan aktif menyampaikan pandangan maupun pertanyaan terkait penerapan nilai-nilai Empat Pilar dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pemaparannya, Novita menjelaskan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara yang mengandung nilai-nilai fundamental untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, UUD NRI Tahun 1945 dipaparkan sebagai hukum dasar negara yang mengatur penyelenggaraan negara serta hak dan kewajiban warga negara.
Baca juga : Kualitas RSUD Ditingkatkan, 80 Persen Penyakit Bisa Ditangani di Daerah
"Pemahaman terhadap UUD 1945 penting agar masyarakat mampu menjalankan hak dan kewajiban secara seimbang, menaati hukum, serta menjaga ketertiban dalam kehidupan bernegara," katanya.
Novita juga menegaskan bahwa NKRI merupakan bentuk negara yang final dan tidak dapat diubah. Adapun Bhinneka Tunggal Ika menjadi prinsip dasar yang menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
Dalam sesi diskusi, sejumlah peserta menanyakan penerapan nilai Pancasila dalam menjaga kerukunan di lingkungan desa, peran masyarakat dalam menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta upaya menjaga persatuan NKRI di era teknologi informasi.
Menanggapi hal tersebut, Novita menekankan pentingnya sikap saling menghormati, toleransi, musyawarah mufakat, serta penguatan budaya gotong royong.
Baca juga : Gub NTT: Anak SD Bunuh Diri Tamparan Kemanusiaan
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersikap bijak dalam menyikapi informasi, tidak mudah terprovokasi isu yang memecah belah, dan terus mengamalkan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.
"Kunci menjaga persatuan adalah literasi kebangsaan dan sikap dewasa dalam menyikapi perbedaan. Persatuan bangsa harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat," tegasnya.
Secara umum, kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan kondusif. Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Desa Jeruklegi Wetan memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap nilai-nilai Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara serta mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, sebagai bagian dari upaya memperkuat wawasan kebangsaan dan menjaga keutuhan NKRI.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.