BREAKING NEWS
 

Tinjau Nusakambangan, Marinus Gea Apresiasi Budidaya Sidat Warga Binaan

Reporter : MENTARI KUSUMA W
Editor : FAQIH MUBAROK
Rabu, 11 Februari 2026 20:32 WIB
Komisi XIII DPR RI bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto melakukan kunjungan kerja ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (10/2/2026). Foto: DPR RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi XIII DPR RI bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto melakukan kunjungan kerja ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (10/2/2026).

Kunjungan ini dilakukan di beberapa lokasi. Lokasi pertama yang didatangi adalah Balai Latihan Kerja (BLK) Flying Ash and Bottom Ash (FABA), yaitu tempat pengolahan residu pembakaran batu bara dari PLTU Adipala, Cilacap, milik PT PLN. Pengolahan tersebut dilakukan oleh para narapidana.

Saat kunjungan berlangsung, terdapat 15 narapidana yang sedang mengolah FABA menjadi batako, paving block, dan material sejenis lainnya.

Empat narapidana menuangkan FABA ke mesin cetak, empat lainnya menerima hasil cetakan paving block di bagian depan mesin, sementara tujuh narapidana memindahkan dan menyusun paving block yang telah dicetak.

Baca juga : Tinjau Bencana Tanah Bergerak Di Tegal, Wapres Gibran Pastikan Keselamatan Warga

Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PDIP Marinus Gea, yang turut menyaksikan kegiatan tersebut, mengapresiasi program itu. Menurutnya, kegiatan ini sangat produktif bagi para narapidana.

"Kita sedang berada di workshop-nya FABA, tempat kreativitas, produktivitas Nusakambangan untuk bagian dari penyatuan warga binaan kepada masyarakat. Mereka dilatih untuk bisa melakukan produktivitas dengan menggunakan bahan-bahan yang diambil dari limbah-limbah industri, termasuk limbah PLTU," kata Marinus.

Adsense

"Nah, FABA ini salah satu contoh UMKM yang dibangun di dalam Lapas, di dalam Pulau Nusa Kambangan ya, sebagai aktivitas dari para warga binaan. Dan sangat produktif sekali karena semua limbah-limbah itu bisa bermanfaat," imbuhnya.

Marinus mengaku terinspirasi melihat para narapidana mengubah limbah menjadi batako yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan jalan, rumah, dan kebutuhan lainnya.

Baca juga : UMKM Pertapreneur Aggregator Pertamina Berdayakan Warga Binaan

"Jadi, untuk membangun ekonomi rakyat, ini bisa menjadi salah satu inspirasi yang sangat populer dan bagus. Murah lagi," ucapnya.

Selain itu, Komisi XIII bersama Menteri Imipas juga meninjau tempat pengembangbiakan sidat, yakni ikan sejenis belut. Tempat ini juga dikelola langsung oleh para warga binaan.

Marinus turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Dia menilai program ini sangat kreatif dan membantu para narapidana agar tetap memiliki keterampilan saat kembali ke masyarakat.

"Sangat kreatif dan ide yang menurut saya ide yang sangat hebat. Bagaimana membuat warga binaan bisa memiliki keahlian skill dan juga memiliki kedisiplinan. Jadi jika kelak nanti mereka kembali ke masyarakat, mereka sudah punya modal skill, kedisiplinan, dan modal pekerjaan. Sangat bermanfaat," tuturnya.

Baca juga : Wamenkop Tinjau Pembangunan Gerai Fisik Kopdes Merah Putih di Serdang Bedagai

Marinus juga menyebut para warga binaan mendapatkan upah dari pekerjaan tersebut, yang dapat menjadi modal awal untuk membuka usaha setelah bebas.

"Jadi warga binaan itu ketika keluar selalu akan berpikir keras lagi untuk mendapatkan sesuatu yang lebih. Dia sudah punya modal," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense