Sebelumnya
Selain itu, gejolak energi global dapat menimbulkan tekanan inflasi, terutama pada sektor energi dan pangan yang sangat sensitif terhadap perubahan harga komoditas dunia. Karena itu, ancaman kenaikan inflasi energi dan pangan juga harus diantisipasi dengan serius. "Gejolak harga minyak biasanya akan merambat pada biaya transportasi, distribusi, hingga harga bahan pokok,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam situasi global yang semakin tidak menentu, kebijakan fiskal harus bersifat adaptif, responsif, dan berbasis kehati-hatian. Oleh sebab itu, kebijakan fiskal perlu terus beradaptasi dengan dinamika global.
Baca juga : Kapolri: Persatuan Jadi Kunci Menghadapi Dinamika Global
"Jika diperlukan, Pemerintah harus berani melakukan perbaikan atau koreksi kebijakan untuk mengantisipasi gejolak eksternal tersebut. Pemerintah harus memastikan kebijakan fiskal tetap pruden atau bijaksana, disiplin, dan kredibel, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik global saat ini,” tandasnya.
Bagaimana tanggapan Pemerintah?
Baca juga : Sempat Kehilangan Jejak, KPK OTT Bupati Pekalongan Di SPKLU Wilayah Semarang
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Deni Sujantoro memastikan, Indonesia tetap berada di jalur positif untuk memperkuat pertumbuhan dan ketahanan ekonomi jangka menengah.
"Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen menjaga stabilitas makroekonomi dan melanjutkan disiplin fiskal, sebagaimana dimandatkan dalam undang-undang," tegas Deni dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).
Baca juga : Bukan Ilusi, Stok Beras Melimpah
Komitmen lain yang akan dilakukan Pemerintah adalah memperbaiki iklim usaha. Caranya, dengan langkah debottlenecking atau menghilangkan hambatan dan deregulasi untuk peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi. Tentunya, sambil memperkuat reformasi struktural untuk meningkatkan ketahanan ekonomi. TIF
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Jumat, 6 Maret 2026 dengan judul "Peringkat Utang Indonesia Jadi Negatif Komisi XI Harap Defisit Anggaran Tetap Terjaga"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.