Dark/Light Mode

Dewan Ingatkan Pentingnya Perawatan Lift

Mantap, JPO Sarinah Kini Ramah Disabilitas

Jumat, 6 Maret 2026 06:25 WIB
Tampilan terkini JPO Sarinah, Jakarta Pusat, pasca direvitalisasi dan diresmikan Gubernur Pramono Anung. (Foto: Fatimah Az Zahra/rm.id)
Tampilan terkini JPO Sarinah, Jakarta Pusat, pasca direvitalisasi dan diresmikan Gubernur Pramono Anung. (Foto: Fatimah Az Zahra/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mengapresiasi hasil revitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah. Fasilitas tersebut kini ramah disabilitas.

Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota (DPRD DKI) Jakarta Yuke Yurike mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI merevitalisasi Jembatan JPO Sarinah.

JPO tersebut terhubung langsung dengan Halte Transjakarta MH Thamrin–Sarinah dan dilengkapi lift untuk pengguna kursi roda, serta masyarakat berkebutuhan khusus.

Baca juga : Setan Merah Kembali Ke Bumi

Menurut Yuke, kehadiran JPO ramah disabilitas sangat dibutuhkan, mengingat selama ini penyandang disabilitas kerap menghadapi risiko saat menyeberang jalan raya yang padat kendaraan.

“Kami berharap, di beberapa JPO lain atau di beberapa lokasi juga dibuatkan fasilitas yang ramah disabilitas,” kata Yuke mengenai JPO di Jakarta Pusat itu.

Dia pun mendorong Pemprov DKI menjadikan JPO Sarinah sebagai standar pembangunan fasilitas umum di wilayah lain, agar peningkatan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, bisa terpenuhi secara merata.

Baca juga : Derbi Merah Putih, Senior Bertemu Junior

Pasalnya, masih terdapat aspirasi dari komunitas disabilitas terkait halte dan JPO yang belum sepenuhnya inklusif dan nyaman buat penyandang disabilitas.

Yuke menekankan pentingnya perawatan fasilitas, terutama lift yang menjadi andalan bagi pengguna kursi roda. “Supaya, lift-nya awet beroperasi. Jangan sampai baru sebentar digunakan, tapi sudah mati,” ingat Yuke.

Dari sisi keamanan, Yuke memastikan JPO Sarinah telah dilengkapi standar pengamanan seperti closed circuit television (CCTV).

Baca juga : Perang Membuat Ekonomi Global Terpuruk, Pemerintah Hadapi Ujian Berat

Untuk fasilitas umum di wilayah lain yang belum memiliki CCTV, Yuke meminta pengawasan diperketat, dengan melibatkan pengelola kawasan sekitar dan bus Transjakarta, termasuk penempatan petugas keamanan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.