Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RI Ekspor Beras Presmium Ke Saudi
Bukan Ilusi, Stok Beras Melimpah
Jumat, 6 Maret 2026 06:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah melepas ekspor perdana beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Premium sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi. Pelepasan dilakukan langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Gudang Perum Bulog, Rabu (4/3/2026). Ekspor ini disebut menjadi tonggak baru bagi sektor perberasan nasional, sekaligus penegasan bahwa surplus produksi bukan sekadar wacana.
Amran menegaskan, pengiriman ke Arab Saudi menjadi momentum penting karena kondisi produksi dan stok beras nasional yang kuat. Saat ini, stok beras mencapai 3,7 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah untuk posisi bulan Maret.
“Ini adalah ekspor perdana ke Arab Saudi. Ini momentum yang baik karena produksi dan stok kita hari ini 3,7 juta ton, terbesar sepanjang sejarah untuk bulan Maret. Ini yang kita ekspor. Kita juga sudah menjajaki beberapa negara seperti Papua Nugini, Malaysia dan Filipina,” ujar Amran dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/3/2026).
Baca juga : Sempat Kehilangan Jejak, KPK OTT Bupati Pekalongan Di SPKLU Wilayah Semarang
Dia menekankan, volume ekspor tahap awal sebesar 2.280 ton merupakan aksi nyata Pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen beras.
“Nah ini 2.280 ton, bukan 1.000 ton. Ini aksi nyata, bukan ilusi,” tegasnya.
Ekspor perdana tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan beras bagi sekitar 215 ribu jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Ke depan, potensi pasar dinilai lebih besar karena mencakup jemaah umrah dan warga Indonesia yang bermukim di sana dengan jumlah sekitar 2 juta orang per tahun.
Baca juga : Buka Pintu Rekonsiliasi, PPP Jawa Barat Akan Rangkul Pengurus Lama
Amran mengatakan, kebutuhan beras untuk jemaah haji Indonesia di Arab Saudi diperkirakan mencapai 20-50 ribu ton per tahun. Pemerintah berharap volume ekspor dapat terus ditingkatkan, dengan tetap menjaga kecukupan pasokan dalam negeri.
Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, beras yang dikirim merupakan beras CBP Premium dengan standar kualitas tinggi. Beras tersebut memiliki tingkat pecah 5 persen dan kadar air di bawah 14 persen, lebih baik dibandingkan standar beras premium di dalam negeri yang umumnya memiliki tingkat pecah hingga 15 persen.
Produksi dilakukan melalui empat fasilitas pengolahan, yakni dua unit Wilmar di Serang serta unit pengolahan Bulog di Karawang dan Subang. Pengiriman dijadwalkan mulai 7 Maret 2026 dengan dukungan pelayaran internasional dan perusahaan pelayaran nasional, termasuk armada Hyundai.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya