BREAKING NEWS
 

Hari Perempuan Internasional

165 Siswi Iran Wafat Kena Rudal, Rieke: Kejahatan Keji Kemanusiaan

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Minggu, 8 Maret 2026 16:48 WIB
Anggota DPR RI sekaligus aktivis perempuan Rieke Diah Pitaloka. Foto: Dok Rieke

RM.id  Rakyat Merdeka - Peringatan Hari Perempuan Internasional (HPI) 2026 yang jatuh pada Minggu (8/3/2026) berlangsung dalam suasan duka.

Anggota DPR RI sekaligus aktivis perempuan Rieke Diah Pitaloka menyampaikan pernyataan sikap terkait tragedi serangan rudal Amerika Serikat (AS)-Israel yang menghantam Sekolah Putri Shajerah Tayyebeh di Minab, Iran, 28 Februari 2026 lalu.

Insiden brutal tersebut merenggut nyawa 165 orang, yang mayoritas korbannya adalah siswi berusia 7 hingga 12 tahun serta para guru perempuan.

Baca juga : Lestari Moerdijat: Hari Perempuan Internasional Momentum Pentingnya Kesetaraan

Rieke menilai tragedi ini tamparan keras bagi tema global HPI 2026, "For All Women and Girls".  Menurutnya, seruan perlindungan hak perempuan dan anak menjadi tak berarti jika ruang pendidikan yang seharusnya menjadi tempat paling aman justru menjadi sasaran militer.

"Fakta sekolah menjadi target rudal menunjukkan kegagalan total sistem perlindungan warga sipil dalam konflik internasional. Saya mengutuk keras. Menjadikan perempuan dan anak sebagai target teror untuk melumpuhkan musuh adalah kejahatan kemanusiaan yang sangat keji," tegas Rieke dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Minggu (8/3/2026).

Adsense

Rieke menilai, 165 korban jiwa bukan sekadar statistik. Serangan tersebut telah memadamkan paksa mimpi anak-anak yang seharusnya tumbuh menjadi pilar peradaban. Mereka adalah anak-anak yang seharusnya belajar dan guru-guru yang gugur di medan pengabdian.

Baca juga : Barikade Gus Dur: Serangan AS-Israel Ke Iran Lukai Rasa Kemanusiaan

Ditegaskan Rieke, UNESCO telah menegaskan bahwa menyerang fasilitas pendidikan adalah pelanggaran berat hukum humaniter internasional. Rieke mempertanyakan efektivitas retorika global soal hak perempuan jika agresi militer masih bebas menyasar mereka di zona konflik.

"Untuk perempuan dan anak perempuan mana dunia ini bicara, jika rudal masih bebas membunuh mereka di ruang kelas? Pertanyaannya, di mana tindakan dunia?" tanyanya.

Rieke mendesak komunitas internasional untuk segera mengambil langkah nyata. Yakni investigasi independen atas dugaan kejahatan perang ini. Selain itu, mendesak penghentian segera keberingasan militer yang menjadikan warga sipil, khususnya perempuan dan anak, sebagai sasaran antara.

Baca juga : Komisi IV: Perlu, Peta Jalan Kebutuhan Garam Konsumsi

Rieke juga mengajak dunia untuk mendengar gugatan nurani dari tangisan para ibu di Iran.

"Di Hari Perempuan Sedunia ini, saya memilih untuk tidak merayakan. Saya memilih bersuara lantang: Hentikan membunuh masa depan! Hentikan kekerasan terhadap perempuan di zona konflik!" tegas Rieke.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense