RM.id Rakyat Merdeka - Usulan efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat respons positif dari Anggota Komisi IX DPR, Pulung Agustanto. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari penyesuaian kebijakan fiskal.
Pulung menilai, di tengah tekanan ekonomi global yang berdampak pada kondisi keuangan negara, langkah efisiensi merupakan hal yang perlu dipertimbangkan secara cermat.
“Efisiensi anggaran dapat menjadi ruang untuk mengalokasikan sumber daya ke program lain, misalnya dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah gejolak harga energi,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Meski demikian, ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tetap memperhatikan kondisi fiskal secara objektif serta tidak mengurangi tujuan utama program MBG.
Baca juga : Jaga Defisit APBN, Pemerintah Fokus Efisiensi Dan Genjot Penerimaan
Menurut Pulung, target besar pemerintah dalam menjalankan program MBG patut diapresiasi, namun implementasinya perlu disesuaikan dengan kemampuan anggaran negara.
Selain aspek efisiensi, ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
Ia mengingatkan agar penyediaan makanan tidak bergeser pada produk ultra-proses yang berpotensi berdampak kurang baik bagi kesehatan dalam jangka panjang.
Dalam hal ini, Badan Gizi Nasional (BGN) diharapkan dapat memperketat pengawasan terhadap operasional dapur penyedia MBG, termasuk memastikan standar kualitas bahan makanan yang digunakan.
Baca juga : Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta
Pulung juga mendorong adanya pelibatan masyarakat dalam proses pengawasan program agar pelaksanaannya berjalan transparan dan akuntabel.
“Partisipasi masyarakat penting untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan. Masukan yang ada perlu diterima sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan,” tuturnya.
Ia menegaskan, program berskala besar seperti MBG membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat agar dapat mencapai hasil yang optimal dan berkelanjutan.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan adanya usulan efisiensi pada program MBG yang berpotensi menghemat anggaran hingga Rp 40 triliun per tahun.
Baca juga : BGN Gandeng Kejagung, Perkuat Pengawasan Program MBG
Purbaya menjelaskan, efisiensi tersebut berasal dari inisiatif internal BGN yang mengusulkan pengurangan frekuensi penyaluran bantuan.
"Jadi ada efisiensi juga dari MBG. Jadi ada kan pengurangan cukup banyak tuh, yang dia bilang saja Rp40 triliun hitungan pertama kasar, tapi bisa lebih. Tapi bukan saya motong ya. Memang dia melakukan sendiri karena dia (BGN) bilang masih bisa ada efisiensi," kata Purbaya dalam press briefing di kompleks Kementerian Keuangan, Rabu (25/3).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.