RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi XII DPR dari Fraksi Partai Golkar, Alfons Manibui, mendukung langkah pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam mempersiapkan implementasi mandatori biodiesel B50 yang dijadwalkan mulai Juli 2026.
Menurut Alfons, kebijakan B50 kini telah memasuki tahap akhir kesiapan, terutama dari sisi teknis dan operasional. Uji coba di berbagai sektor seperti transportasi, pertambangan, dan logistik telah mencapai lebih dari 60 persen dengan hasil yang stabil.
“Ini menunjukkan bahwa kerja pemerintah, khususnya Kementerian ESDM, berada di jalur yang tepat. B50 bukan lagi sekadar rencana, tetapi sudah siap masuk tahap implementasi nasional,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Baca juga : Swasembada Pangan Diperdebatkan, Petani Justru Dukung Pemerintah
Ia menjelaskan, dibandingkan fase sebelumnya yang berfokus pada potensi dan arah kebijakan, perkembangan saat ini menunjukkan pergeseran menuju tahap eksekusi, ditandai dengan kesiapan teknologi serta hasil uji coba yang semakin terverifikasi.
Alfons menilai, implementasi B50 akan memberikan dampak signifikan dalam menekan ketergantungan impor solar serta memperkuat pemanfaatan sumber daya domestik, khususnya kelapa sawit, sebagai tulang punggung energi nasional.
Ia menambahkan, sejumlah negara telah lebih dahulu mengembangkan kemandirian energi berbasis nabati, seperti Brazil dengan bioetanol dari tebu serta Amerika Serikat dengan biofuel berbasis jagung dan kedelai.
Baca juga : Buka Rekrutmen, BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Layanan dan Kepesertaan
Namun, melalui B50, Indonesia berpotensi menjadi salah satu negara dengan tingkat campuran biodiesel tertinggi di dunia, baik dari sisi skala maupun penerapan mandatori nasional.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa tantangan ke depan tidak lagi terletak pada aspek teknis, melainkan pada tata kelola implementasi.
Hal tersebut mencakup kesiapan infrastruktur distribusi, penyimpanan, serta keberlanjutan skema pembiayaan berbasis dana sektor sawit.
Baca juga : RUPST BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun Perkuat Fundamental Kinerja
“Di tahap ini, yang paling krusial adalah memastikan eksekusi berjalan konsisten, terukur, dan tetap menjaga keseimbangan pasar domestik, khususnya terkait pasokan dan harga CPO,” tegas legislator dari daerah pemilihan Papua Barat tersebut.
Lebih lanjut, Alfons menilai keberhasilan implementasi B50 akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat hilirisasi energi nasional.
Sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai pionir global dalam pengembangan biofuel berbasis sawit yang berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.