BREAKING NEWS
 

Atasi Aksi Begal, Sahroni Usul Aparat Lakukan Tembakan Terukur

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : AULIA DARWIS
Jumat, 15 Mei 2026 22:32 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni (Foto: Tedy O Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menyoroti maraknya aksi begal di sejumlah daerah yang kian meresahkan masyarakat. Dia pun meminta aparat kepolisian bertindak tegas dan terukur terhadap para pelaku kejahatan jalanan tersebut.

Menurutnya, para pelaku begal kini semakin nekat dan tidak segan melukai korban menggunakan senjata tajam. Karena itu, aparat di lapangan diminta berani mengambil tindakan cepat demi melindungi masyarakat.

“Saya minta seluruh Polda menginstruksikan kepada jajaran di Polres dan Polsek, agar anggotanya berani melakukan tembakan terukur di tempat kepada para pelaku begal. Lumpuhkan mereka, amankan, lalu proses hukum dengan tegas,” kata Sahroni, di Jakarta, Jumat (15/5/2026.

Sebelumnya, viral kasus pembegalan terhadap seorang bocah berusia 13 tahun di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Korban disabet parang oleh pelaku sehingga harus dilarikan ke RSUD Daya Makassar. Kemudian, seorang anggota Intelkam Polda Lampung, Bripka (Anumerta) Arya Supena, gugur ditembak begal saat melakukan pengejaran terhadap pelaku curanmor. 

Peristiwa tersebut, kata Sahroni, memperlihatkan meningkatnya eskalasi kekerasan pelaku begal yang kini tidak segan menyerang aparat kepolisian. Kondisi tersebut tidak bisa dianggap biasa karena menyangkut keselamatan masyarakat di ruang publik. 

Baca juga : Persib Krisis Pilar Jelang Lawan PSM, Peluang Juara Tetap Terbuka

Ia meminta patroli kepolisian diperkuat dengan standar operasional yang jelas. Harapannya agar petugas tidak ragu mengambil keputusan di lapangan. Karena bila aparat terlambat sedikit saja mengambil tindakan, justru nyawa masyarakat yang bisa hilang dibunuh oleh mereka. 

"Pasukan patroli harus dibekali Standar Operasional Prosedur (SOP) yang kuat agar berani mengambil keputusan di jalan,” tegas Bendahara Umum Partai Nasdem ini.

Sahroni menegaskan, kejahatan jalanan tidak akan pernah selesai jika aparat terlihat lemah dalam penindakan. Pelaku begal harus diberikan efek jera agar aksi serupa tidak terus berulang ke depannya.

Adsense

“Begal ini tidak akan pernah habis kalau aparat terlihat ragu dan lembek. Mereka makin merasa tidak takut pada hukum,” tegas legislator asal daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta ini.

Ia menambahkan, tindakan tegas dan terukur yang dilakukan aparat bukan untuk menunjukkan kekuasaan atau gagah-gagahan, melainkan demi menjaga keamanan dan melindungi masyarakat dan ketertiban umum.

Baca juga : Masa Persidangan V, DPR Lanjutkan Pembahasan 4 RUU Krusial

Senada, Ketua Fraksi Golkar DPR Muhammad Sarmuji meminta aparat kepolisian bertindak lebih tegas karena kriminalitas jalanan dinilai mulai mengganggu rasa aman masyarakat dan aktivitas ekonomi rakyat kecil. “Negara tidak boleh kalah oleh pelaku kriminal jalanan,” tegas Sarmuji, dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, aksi begal kini bukan lagi sekadar tindak kriminal biasa karena dampaknya membuat masyarakat takut beraktivitas, terutama pada malam hingga dini hari. Ketika masyarakat mulai takut keluar rumah atau bepergian karena ancaman begal, maka yang terganggu bukan hanya keamanan, tetapi juga aktivitas ekonomi dan kehidupan sosial warga.

Selain itu, ia menyoroti sejumlah kasus kriminal jalanan yang belakangan terjadi di Lampung, Makassar, Pasuruan, Bandung, Tangerang, Jakarta Barat, hingga beberapa wilayah lain.

Ia meminta Polri meningkatkan patroli rutin dan operasi pencegahan di titik-titik rawan kejahatan seperti jalur sepi, kawasan pinggiran kota, akses industri, hingga jalan penghubung antardaerah. Pencegahan harus diperkuat. Kehadiran aparat di lapangan sangat penting agar masyarakat merasa terlindungi. "Jangan sampai penanganan baru dilakukan setelah ada korban,” tegas legislator asal Dapil Jawa Timur (Jatim) ini.

Sarmuji menilai, aksi begal dan premanisme paling berdampak terhadap masyarakat kecil yang mencari nafkah di malam hari, mulai dari pedagang, pengemudi ojek, kurir, hingga pelaku UMKM. Karena itu, premanisme dan begal bukan hanya mengganggu keamanan, tetapi juga memukul usaha kecil masyarakat.

Baca juga : Cuaca Depok Besok, Selasa (12/5) Apakah Hujan Atau Panas? Berikut Info BMKG

Untuk itu, Sarmuji meminta aparat tidak hanya bergerak saat kasus viral di media sosial (medsos), tetapi aktif melakukan pencegahan dan pemetaan kelompok kriminal. Jangan biarkan ruang publik dikuasai rasa takut. "Negara harus memastikan masyarakat kecil bisa bekerja dan mencari nafkah dengan aman,” tandasnya.

Ia juga mendesak Polri menindak tegas praktik premanisme berkedok pungutan liar maupun intimidasi yang dinilai merusak iklim usaha dan kenyamanan masyarakat. "Jangan sampai masyarakat merasa hukum kalah oleh kelompok-kelompok kriminal,” tutup Sarmuji.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense