BREAKING NEWS
 

DPR Sambut Baik Nanik S. Deyang Jadi Kepala BGN, Pesan Benahi 3 Hal Ini

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Kamis, 4 Juni 2026 16:50 WIB
Kepala BGN Nanik S. Deyang berbincang dengan siswa saat meninjau pelaksanaan program MBG. (Foto: Tedy O Kroen/RM).

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini menyambut baik langkah Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Di bawah kepemimpinan yang baru, Yahya mendorong BGN membenahi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Yahya, pergantian kepemimpinan BGN menjadi momentum krusial untuk membenahi kinerja lembaga tersebut. "Saya memandang Kepala BGN oleh Nanik S. Deyang sebagai figur yang sangat tepat untuk menakhodai BGN,” kata Yahya, Kamis (4/6/2026), seperti dimuat di laman dpr.go.id.

Yahya menerangkan, pengalaman Nanik yang intens melakukan pengawasan langsung ke berbagai daerah membuatnya sangat memahami seluk-beluk, dinamika, serta hambatan riil yang dihadapi program MBG.

Baca juga : Tragis, Mantan Kepala BGN Langsung Diborgol Kejagung

Meski begitu, Yahya menilai, tugas berat menanti Nanik. Untuk memastikan program prioritas ini berjalan efektif dan berdampak nyata bagi pemenuhan gizi masyarakat, ia menyebut terdapat tiga hal utama yang mendesak untuk segera dibenahi.

Pertama, perbaikan tata kelola anggaran dan operasional. Yahya mengatakan, perbaikan tata kelola di BGN dibutuhkan sebab MBG menyerap anggaran negara yang sangat besar.

Adsense

“Termasuk perlu juga ada pembenahan akurasi data penerima manfaat dan efisiensi rantai pasok (supply chain) dari pusat hingga ke daerah harus dipastikan bebas dari kebocoran,” lanjutnya.

Baca juga : Dadan Hindayana Dicopot, Nanik Deyang Jadi Kepala BGN

Kedua, penegakan disiplin dan standardisasi ketat. Ia menegaskan, BGN harus memperketat implementasi Standard Operating Procedure (SOP) di setiap unit penyedia makanan.

"Belajar dari beberapa insiden keracunan makanan yang sempat terjadi di lapangan, penegakan disiplin higienitas dan kualitas bahan baku menjadi harga mati demi mencapai target zero accident (nol kecelakaan kerja/pangan). Pengawasan berkala tidak boleh kendor,” papar Yahya.

Ketiga, memperkuat koordinasi lintas sektor dan pemerintah daerah. “Faktor ini merupakan salah satu titik lemah yang kerap menghambat program skala nasional adalah ego sektoral,” ucap politisi Partai Golkar ini.

Baca juga : Prabowo Angkat Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Dadan Hindayana Dicopot

Yahya menilai, Kepala BGN yang baru dituntut untuk meningkatkan komunikasi sinergis dengan kementerian/lembaga terkait. Seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, serta Pemerintah Daerah (Pemda).

“Sinergi ini sangat krusial, terutama dalam fungsi pengawasan terpadu di lapangan yang selama ini dinilai masih longgar," tegas Yahya.

Ia menyebut, masyarakat kini menaruh harapan besar kepada BGN di bawah kepemimpinan Nanik S. Deyang. “BGN diharapkan tidak hanya menjadi lembaga administratif, tetapi mampu bertransformasi menjadi motor penggerak perbaikan gizi nasional yang aman, disiplin, dan bebas dari insiden yang merugikan masyarakat,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense