BREAKING NEWS
 

Gandung Pardiman: Pariwisata Jadi Tameng Devisa di Tengah Krisis Global

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 8 Juni 2026 17:58 WIB
Foto: Fraksi Golkar DPR.

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi VII DPR mendorong pemerintah memperkuat sektor pariwisata sebagai mesin utama penghasil devisa negara di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas dunia.

Sektor ini dinilai memiliki dampak ekonomi yang cepat, merata, dan mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Gandung Pardiman, mengatakan pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling cepat menggerakkan roda ekonomi masyarakat ketika sektor lain mengalami tekanan.

“Kalau sektor lainnya seperti ekspor mengalami gejolak harga dan investasi asing cenderung menahan diri, maka pariwisata menjadi sektor yang paling cepat memutar uang dan langsung masuk ke kantong rakyat. Satu wisatawan datang, devisa langsung mengalir ke tukang ojek, pedagang pasar, pengelola homestay, hingga pelaku UMKM,” ujar Gandung Pardiman, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 16 hingga 17,6 juta orang pada 2026 dengan potensi devisa mencapai Rp 375 triliun hingga Rp 416 triliun.

Baca juga : Ekspor Kuat Jadi Penopang Kinerja Mayora di Tengah Kenaikan Bahan Baku

Sementara pada 2025, target kunjungan. wisman ditetapkan sebesar 15 juta wisatawan. Gandung menilai sektor pariwisata memiliki efek berganda (multiplier effect) yang sangat besar bagi perekonomian nasional.

Belanja wisatawan secara langsung menggerakkan berbagai sektor usaha, mulai dari hotel, restoran, transportasi, pemandu wisata, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah.

Ia menyebut, penyelenggaraan sebuah event pariwisata dapat menggerakkan sedikitnya 3.500 UMKM dan menciptakan peluang kerja bagi lebih dari 50.000 tenaga kerja.

Adsense

Selain itu, sektor pariwisata juga menjadi penopang penting neraca jasa nasional. Berdasarkan data Februari 2026, jumlah perjalanan wisatawan mancanegara ke Indonesia tercatat surplus sekitar 640 ribu perjalanan dibandingkan jumlah warga negara Indonesia yang bepergian ke luar negeri.

“Data tersebut menunjukkan pariwisata mampu menopang devisa nasional dan menjadi bantalan ekonomi yang kuat di tengah ketidakpastian global,” tuturnya.

Baca juga : Rifat Sungkar Siapkan El Mayka Jadi Generasi Ketiga Keluarga di Motorsport

Gandung menilai Indonesia harus mampu memanfaatkan peluang dari perubahan peta perjalanan wisata dunia akibat berbagai konflik dan ketegangan geopolitik internasional.

Ia menyoroti konflik di Timur Tengah yang diperkirakan dapat mengurangi sekitar 60 ribu kunjungan wisatawan mancanegara dan berpotensi menimbulkan kehilangan devisa hingga Rp 2,04 triliun pada 2026.

Menurutnya, posisi geografis Indonesia yang strategis harus dimanfaatkan untuk menarik lebih banyak wisatawan asing, khususnya ke lima destinasi super prioritas, yakni Danau Toba Mandalika Candi Borobudur Likupang Labuan Bajo Perkuat Wisatawan Nusantara.

Selain mendorong kunjungan wisatawan asing, Gandung juga menekankan pentingnya meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) agar perputaran uang tetap berada di dalam negeri dan menggerakkan ekonomi lokal.

Berdasarkan data Juli 2025, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 100,2 juta perjalanan atau meningkat 29,72 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Baca juga : Kejagung Tetapkan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Tersangka Korupsi MBG

“Program ‘Jelajah Indonesia Saja’ perlu terus diperkuat agar masyarakat semakin tertarik berwisata di dalam negeri dan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Gandung menegaskan, Komisi VII DPR siap mengawal berbagai kebijakan yang mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, mulai dari anggaran promosi, regulasi keselamatan wisata, hingga kebijakan perpajakan yang berpihak pada industri pariwisata.

“Di saat nilai tukar dolar naik turun dan kondisi ekonomi global penuh ketidakpastian, senyum wisatawan yang berbelanja di destinasi wisata dan pasar UMKM Indonesia memiliki nilai ekonomi yang nyata dan langsung dirasakan masyarakat,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense