RM.id Rakyat Merdeka - Senayan mendorong Pemerintah memperkuat sektor pariwisata sebagai mesin utama menambah devisa negara yang cepat, merata, dan padat karya. Di tengah ketidakpastian global dan fluktuasi harga komoditas, sektor pariwisata bisa menggerakkan ribuan UMKM.
Anggota Komisi VII DPR Gandung Pardiman mengatakan, Pemerintah telah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 16-17,6 juta orang sepanjang 2026. Dari jumlah itu, potensi devisa yang akan didapat mencapai Rp 375-416 triliun.
"Untuk tahun 2025, kunjungan wisman sudah mencapai 15 juta orang," sebut Gandung di Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Menurut Gandung, kunjungan wisman berdampak langsung ke sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Bahkan, bisa menggerakkan sebanyak 3.500 UMKM dengan lebih dari 50.800 tenaga kerja. Karena itu, bila sektor lain goyang dan investasi asing menahan diri, pariwisata menjadi sektor paling cepat memutar uang dan masuk ke kantong rakyat.
"Satu turis masuk, devisa langsung cair untuk tukang ojek, pedagang pasar, homestay, sampai UMKM," kata politikus Golkar ini.
Baca juga : Gandung Pardiman: Pariwisata Jadi Tameng Devisa di Tengah Krisis Global
Sepanjang Februari 2026, sebutnya, perjalanan wisman ke Indonesia surplus sebanyak 0,64 juta orang dibanding WNI yang bepergian ke luar negeri. Jumlah tersebut bisa menopang devisa pariwisata nasional. Namun, melihat gejolak politik global dan konflik Timur Tengah, jumlah wisman diprediksi berkurang hingga 60 ribu orang dan berpotensi menyebabkan kehilangan devisa sebesar Rp 2,04 triliun pada 2026.
Menurutnya, letak Indonesia sangat strategis untuk menarik wisman berkunjung ke lima destinasi wisata super prioritas, yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Likupang (Sulawesi Utara), dan Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur).
Selain itu, Gandung meminta wisatawan domestik menahan uang di dalam negeri untuk memutar aktivitas ekonomi lokal. Apalagi sepanjang 2025, sebanyak 102 juta orang melakukan perjalanan dalam negeri.
"Jumlah itu naik 29,72 persen dibanding tahun sebelumnya," sebut politikus asal Yogyakarta ini.
Komisi VII DPR, lanjutnya, siap mengawal anggaran promosi, regulasi keamanan, dan kebijakan pajak yang pro terhadap pariwisata. Di saat dolar naik-turun, senyum wisman yang belanja di destinasi wisata dan pasar UMKM nilainya pasti dan terasa langsung ke masyarakat.
Baca juga : Ekonom: Industri Dan Sektor Energi Harus Dijaga Bersama Di Tengah Gejolak Global
Senada, Anggota Komisi VII DPR Nila Yani Hardiyanti meminta Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong sektor wisata nasional agar tak kehilangan pasar domestik di tengah pelemahan rupiah. Sebab, pariwisata memberikan multiplier effect atau efek berantai yang masif dan signifikan bagi perekonomian nasional.
"Peningkatan jumlah kunjungan wisman pada kuartal pertama 2026 menjadi sinyal positif bahwa citra dan daya saing pariwisata Indonesia di pasar global masih kuat dan terjaga," kata Nila di Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan berbagai upaya promosi dan pengembangan destinasi yang dilakukan Pemerintah mulai memberikan hasil positif. Kepercayaan wisman untuk berkunjung ke Indonesia tetap terjaga meskipun situasi global belum sepenuhnya stabil.
"Pariwisata merupakan salah satu sektor yang terbukti memiliki efek pengganda yang besar bagi perekonomian. Jadi momentum pertumbuhan wisman ini harus terus dijaga dan diperkuat," tandas politikus PDIP ini.
Namun, ia mengingatkan keberhasilan menarik wisatawan asing perlu dibarengi dengan penguatan pasar wisatawan domestik. Keseimbangan antara pasar internasional dan domestik akan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan sektor pariwisata nasional.
Baca juga : WOSPAC Barcelona Resmi Hadir di Indonesia, Buka Jalan Talenta Muda ke Eropa
Ke depan, ia ingin melihat pariwisata Indonesia semakin kuat, baik di pasar global maupun domestik.
"Jika kunjungan wisman terus tumbuh dan wisatawan domestik bergerak aktif, maka sektor ini akan menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang semakin kokoh," harap Nila.
Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, sektor pariwisata Indonesia menunjukkan ketahanan dan daya saing yang kuat di tengah dinamika geopolitik global. Hal ini terlihat dari kinerja kepariwisataan yang tumbuh positif hingga April 2026, baik dari sisi kunjungan wisman, capaian devisa pariwisata, maupun pergerakan wisatawan domestik.
"Capaian tersebut menjadi sinyal kuat Indonesia tetap menjadi destinasi yang kompetitif, menarik, dan dipercaya oleh pasar internasional," klaim Widiyanti di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.