BREAKING NEWS
 

Senator David: Drone HY-100 Berpotensi Modernisasi Logistik Dan Pertanian

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : FAQIH MUBAROK
Kamis, 2 Juli 2026 21:08 WIB
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Pdt. David Harold Waromi. Foto: DPD RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Pdt. David Harold Waromi, menilai pesawat tanpa awak (drone) HY-100 memiliki potensi besar untuk mendorong modernisasi sektor logistik dan pertanian di Indonesia.

Namun, menurutnya, pemanfaatan teknologi tersebut harus didahului dengan kajian yang matang agar implementasinya sesuai dengan kondisi di dalam negeri.

"Teknologi ini menawarkan banyak peluang. Tetapi Indonesia memiliki karakteristik wilayah yang berbeda dengan negara lain, sehingga penerapannya harus melalui pengujian dan kajian yang komprehensif," ujar David, dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).

HY-100 merupakan drone yang telah mengantongi Operation Certificate dari Civil Aviation Administration of China (CAAC) dan kini digunakan secara operasional di sejumlah wilayah di Tiongkok.

Baca juga : KPK Dalami Dugaan Intervensi Hasil Audit Pemkab Muara Enim

Salah satunya di kawasan Beidahuang, yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi pangan terbesar di negara tersebut. Di kawasan itu, HY-100 dimanfaatkan untuk mendukung budidaya padi, jagung, hingga kedelai.

Drone tersebut diklaim mampu melakukan penyemprotan lahan hingga 120 hektare per jam dengan tetap menjaga ketinggian terbang sekitar empat meter di atas permukaan tanah (Above Ground Level/AGL).

Menurut David, kemampuan tersebut menunjukkan bagaimana teknologi dapat meningkatkan efisiensi pekerjaan di sektor pertanian. Selain mempercepat proses penyemprotan, penggunaan drone juga disebut mampu memangkas biaya operasional hingga sekitar 50 persen dibandingkan penggunaan pesawat berawak.

Adsense

Meski demikian, Senator asal Papua itu mengingatkan bahwa keberhasilan penerapan HY-100 di Tiongkok tidak bisa serta-merta direplikasi di Indonesia.

Baca juga : Mentan Lapor Presiden: Harga TBS Sawit Kembali Normal, Berpotensi Naik 10 Persen

Dia menilai, kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau, cuaca tropis, hingga tantangan akses di wilayah-wilayah terpencil seperti Papua menjadi faktor penting yang harus diperhitungkan sebelum teknologi tersebut diadopsi secara luas.

Selain itu, kata dia, implementasi drone juga membutuhkan dukungan regulasi yang jelas, kesiapan infrastruktur, serta sumber daya manusia yang memadai.

"Tantangannya bukan hanya soal teknologi. Ada kebutuhan investasi yang tidak kecil, pelatihan operator, hingga pendampingan kepada masyarakat agar mampu memanfaatkan teknologi ini secara optimal," jelasnya.

David menambahkan, gagasan menghadirkan HY-100 ke Indonesia merupakan salah satu upaya mencari solusi inovatif untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan, khususnya di kawasan timur Indonesia yang masih menghadapi keterbatasan akses transportasi dan distribusi barang.

Baca juga : Stasiun JIS Beroperasi, Alternatif Transportasi Nonton Konser dan Persija

Di sektor logistik, pengembangan drone kargo juga dinilai sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat konektivitas nasional, terutama bagi daerah-daerah yang sulit dijangkau moda transportasi konvensional.

Meski begitu, David menegaskan bahwa implementasi teknologi tersebut tetap harus dibarengi dengan penyusunan regulasi yang komprehensif, standar keselamatan penerbangan yang ketat, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Karena itu, dia mendorong agar HY-100 terlebih dahulu melalui tahapan uji coba dan evaluasi di berbagai wilayah Indonesia. Menurutnya, hasil pengujian tersebut akan menjadi dasar penting untuk menilai efektivitas teknologi ini dalam mendukung penguatan sistem logistik nasional sekaligus mempercepat modernisasi sektor pertanian.

"Kalau hasil uji coba menunjukkan manfaat yang nyata dan sesuai dengan kebutuhan Indonesia, tentu teknologi ini layak dipertimbangkan sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini sulit dijangkau," pungkas David.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense