RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Derta Rohidin, menyoroti masih terbatasnya jumlah pendaftar Sekolah Rakyat (SR) berasrama pada jenjang Sekolah Dasar (SD) di sejumlah daerah.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat menjadi masukan bagi pemerintah untuk menyempurnakan desain program agar semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Rendahnya jumlah pendaftar Sekolah Rakyat tingkat SD tidak boleh hanya dipandang sebagai persoalan sosialisasi. Pemerintah perlu melihatnya secara lebih menyeluruh karena ada aspek psikologis, sosial, dan budaya yang memengaruhi keputusan orang tua," ujar Derta dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2026).
Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa minat terhadap Sekolah Rakyat jenjang SD masih belum memenuhi kuota.
Dari target 9.000 siswa, hingga kini baru sekitar 5.000 kuota yang terisi. Sementara itu, kuota Sekolah Rakyat jenjang SMP dan SMA relatif telah terpenuhi.
Baca juga : Membangun Pendidikan Bermutu dari Sekolah Luar Biasa
Derta menjelaskan, anak usia sekolah dasar masih berada pada fase perkembangan yang sangat membutuhkan kedekatan emosional dengan orang tua.
Pada masa tersebut, keluarga berperan penting dalam membentuk karakter, rasa aman, kepercayaan diri, serta perkembangan moral dan spiritual anak.
"Kasih sayang orang tua tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh sistem pengasuhan di asrama, sebaik apa pun fasilitas yang disediakan. Banyak orang tua yang merasa belum siap berpisah dengan anaknya pada usia yang masih sangat dini. Kekhawatiran itu adalah sesuatu yang wajar dan perlu dipahami," katanya.
Meski demikian, Derta menilai konsep sekolah berasrama tetap memiliki manfaat, terutama bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan akses pendidikan, berasal dari keluarga rentan, atau tinggal di wilayah terpencil.
Karena itu, ia meminta Kementerian Sosial bersama kementerian dan lembaga terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat, khususnya pada jenjang SD.
Baca juga : Akademisi Unpad Dorong Evaluasi DMO dan RKAB demi Keandalan Sistem Kelistrikan
Evaluasi tersebut, menurutnya, perlu mencakup aspek psikologis anak, kesiapan keluarga, efektivitas pengasuhan, serta tingkat penerimaan masyarakat.
Selain itu, Derta mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan fleksibilitas model penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Menurutnya, di daerah yang memungkinkan, konsep sekolah reguler maupun semi-boarding dapat menjadi alternatif yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ia juga berpandangan bahwa sistem berasrama sebaiknya diprioritaskan bagi anak-anak yang memang membutuhkan, seperti yatim piatu, anak terlantar, berasal dari keluarga miskin ekstrem, korban bencana, maupun mereka yang tinggal di wilayah dengan akses pendidikan terbatas.
Di sisi lain, Derta menekankan pentingnya pelibatan keluarga dalam proses pendidikan.
Baca juga : Pemerintah Pastikan Sekolah Rakyat, Negeri Dan Garuda Saling Melengkapi
Menurutnya, orang tua perlu tetap menjadi mitra aktif sekolah dalam mendukung pembentukan karakter dan perkembangan anak.
"Program Sekolah Rakyat merupakan ikhtiar yang baik untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Namun, implementasinya perlu disesuaikan dengan kebutuhan anak agar tujuan program dapat tercapai secara optimal," ujarnya.
Sebagai mitra kerja Kementerian Sosial, Komisi VIII DPR RI, lanjut Derta, akan terus mengawal pelaksanaan Program Sekolah Rakyat agar menjadi instrumen pengentasan kemiskinan melalui pendidikan yang inklusif, humanis, dan berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak.
"Kita ingin Sekolah Rakyat menjadi kebijakan yang diterima masyarakat karena manfaatnya benar-benar dirasakan. Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari banyaknya sekolah yang dibangun, tetapi juga dari kualitas pembelajaran, kepercayaan orang tua, dan masa depan anak-anak yang semakin baik," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.