BREAKING NEWS
 

Christiany Paruntu Dorong Produk Daerah Tembus Pasar Ekspor Global

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 31 Agustus 2026 22:14 WIB
Foto: Fraksi Golkar DPR.

RM.id  Rakyat Merdeka - Penetrasi pasar global dinilai tidak cukup hanya dengan memperluas jaringan perdagangan luar negeri.

Penguatan kapasitas ekspor dan pendampingan bagi pelaku usaha di daerah juga diperlukan agar produk unggulan Indonesia mampu bersaing dan memberi nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Anggota Komisi VI DPR RI Christiany Eugenia Paruntu menekankan pentingnya optimalisasi diplomasi perdagangan luar negeri serta perluasan pasar ekspor nontradisional untuk mendongkrak daya saing ekonomi Indonesia di tingkat global.

Menurutnya, target Kementerian Perdagangan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 harus diimbangi strategi penguatan fasilitasi ekspor yang menjangkau seluruh kawasan Indonesia, khususnya produk-produk unggulan daerah.

Hal itu disampaikan Christiany dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) terkait proyeksi indikator strategis nasional dalam RPJMN 2025–2029.

Baca juga : Jaga Demokrasi, Kemendagri Dorong Sistem Politik Inklusif Untuk Anak Muda

Christiany menilai, target kontribusi ekspor barang dan jasa terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 22 persen serta nilai ekspor jasa Indonesia yang ditargetkan mencapai USD 35,56 miliar pada 2027 membutuhkan kerja keras dan aksi nyata di lapangan.

Karena itu, ia menyambut baik alokasi Pagu Anggaran Perdagangan Luar Negeri Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp 120,23 miliar serta dukungan usulan tambahan anggaran untuk penguatan perwakilan perdagangan dan promosi ekspor.

"Kita tidak hanya ingin Indonesia menjadi penonton dalam Rantai Nilai Global (Global Value Chain), tetapi harus menjadi pemain utama. Penguatan fungsi perwakilan perdagangan di luar negeri, termasuk Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), harus benar-benar menghasilkan market intelligence dan business matching yang berdampak langsung pada peningkatan ekspor produk nasional," ujar Christiany.

Adsense

Menurut Christiany, dukungan tambahan anggaran yang diusulkan Kemendag, antara lain Rp 90,68 miliar untuk perwakilan perdagangan luar negeri serta Rp 93,60 miliar untuk penguatan fasilitasi ekspor, perundingan internasional, dan kegiatan strategis, harus dimaksimalkan untuk memperluas akses pasar produk-produk UMKM lokal.

Program berkelanjutan seperti Export Coaching Program, Desa BISA Ekspor, dan UMKM BISA Ekspor juga dinilai perlu dimasifkan ke berbagai daerah untuk menciptakan eksportir baru yang berkualitas.

Baca juga : Dukcapil Terbitkan 3.055 Dokumen Kependudukan bagi Korban Gempa NTT

"Kami di Komisi VI DPR RI mendorong agar pencapaian target pangsa nilai ekspor Indonesia dalam Rantai Nilai Global sebesar 1,11 persen pada 2027 benar-benar dirasakan hingga ke level daerah. Pelaku UMKM di Nusantara harus difasilitasi, mulai dari pendampingan desain produk hingga membuka jalan menuju pasar mancanegara," tegas Christiany.

Digitalisasi Perdagangan Perlu Diperkuat

Selain ekspansi pasar luar negeri, legislator Fraksi Partai Golkar itu juga menyoroti pentingnya keandalan infrastruktur digital perdagangan untuk menunjang operasional aplikasi dan sistem layanan perdagangan internasional secara aman dan terintegrasi.

Penguatan Sistem IT dan Digitalisasi Perdagangan sebesar Rp 134,73 miliar dinilainya sangat krusial untuk mendukung efisiensi pelayanan bagi pelaku usaha dan eksportir nasional.

"Digitalisasi adalah kunci agar proses perizinan, fasilitasi ekspor, serta koordinasi perdagangan antarwilayah berjalan lebih cepat dan efisien. Efisiensi ini yang akan menaikkan daya saing komoditas kita di pasar internasional," jelasnya.

Lebih lanjut, Christiany berharap, langkah diplomasi perdagangan melalui penyelesaian perjanjian internasional, penanganan hambatan teknis perdagangan, serta partisipasi aktif dalam forum global dapat memperkokoh posisi Indonesia di kancah ekonomi dunia.

Baca juga : Kemendagri Minta Pemda Turun Langsung Ke Pasar

DPR RI, kata dia, mendukung penuh alokasi anggaran yang berorientasi pada hasil nyata bagi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Tujuan akhirnya jelas: Indonesia harus makin tangguh di pasar internasional. Diplomasi perdagangan yang agresif dan pendampingan ekspor dari daerah harus berjalan beriringan agar nilai tambah dari perdagangan luar negeri dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense