Sebelumnya
Gedung Merdeka dan Jejak Konstitusi
Muzani mengatakan Gedung Merdeka juga memiliki tempat penting dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia. Di gedung tersebut, para anggota Konstituante pernah memperdebatkan gagasan mengenai dasar dan arah kehidupan bernegara.
Baca juga : Sejarah Indonesia yang Demokratis?
“Gedung ini juga menjadi saksi bagaimana anggota Konstituante merumuskan masa depan Indonesia dengan tetap mempertahankan Indonesia sebagai negara demokrasi yang berkedaulatan rakyat,” katanya.
Ia menilai peluncuran kedua buku menjadi kesempatan untuk memahami kembali perjalanan pemikiran konstitusional Indonesia.
Baca juga : Menengok Jejak Nusantara, Menbud Fadli Zon Luncurkan 5 Jilid Sejarah Indonesia
Di dalamnya terdapat catatan perdebatan, pandangan, dan cita-cita para tokoh bangsa, termasuk dalam proses perubahan UUD 1945 pada periode 1999–2002.
Dalam kesempatan tersebut, Muzani mengajak anggota Komisi Kajian Ketatanegaraan (K3) MPR yang menjadi pelaku sejarah perubahan UUD 1945 untuk berdiri. Ia menyebut mereka sebagai bagian penting dari proses perumusan perubahan konstitusi.
Baca juga : 28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa
Menurutnya, para tokoh tersebut memperdebatkan gagasan besar mengenai kehidupan bernegara hingga menemukan titik temu antara aspirasi rakyat dan pemikiran para pendiri bangsa.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.