Sebelumnya
“Nah satu satunya cara pengendalian Covid-19 ini adalah lebih membumikan hidup baru alias New Normal. Dengan cara apa? Ya jaga jarak, bermasker dan cuci tangan. Ya sudah itu. Kalau kita disiplin, lebih tertib dan rakyat menyadari bahwa ini penyakit berbahaya, satu satunya cara lebih efektif adalah pengendalian tiga hal itu, maka kita bisa menang dan secepatnya mengendalikan,” tegasnya.
Sebaliknya, lanjut dia, kalau budaya hidup baru itu belum membumi dan rakyat masih belum menganggap itu sebuah sebuah penyakit atau ancaman berbahaya, maka upaya mengendalikan penyebaran Covid-19 ini masih butuh waktu yang lama.
“Kasihanilah para tenaga kesehatan kita yang pontang panting, sudah banyak berguguran, rakyat sudah banyak berkorban, ayo kita melawan Covid-19 itu dengan tiga hal itu dengan disiplin yang tinggi. tidak ada cara lain sebelum obat dan vaksin ditemukan. Kalau masih membandel, masih belum disiplin, tambah banyak korban dan tenaga kesehatan kita. Ayo kita berdisiplin,” ajaknya.
Baca juga : Please, Jangan Mikirin Ego Patuhi Protokol Kesehatan
Rahmad menuturkan, pemerintah sebenarnya sudah berupaya mendisiplinkan masya rakat dengan melibatkan tnI/Polri. Sejumlah daerah juga sudah mencoba mengendalikan penyebaran Covid-19 mulai sanksi administrasi sampai denda untuk memberikan efek jera masyarakat. Langkah itu sematamata untuk menyelamatkan rakyat dari ancaman Covid-19.
“Kalau masih begini terus, pemberian sanksi tegas ya silakan. Misal penahanan kartu identitas atau pencabutan kepesertaan BPJS sementara sementara waktu kalau tidak pakai masker, ya silakan selama itu demi keselamatan rakyat. Pemberian efek jera bisa dilakukan asal mendidik,” tambah dia.
Sebagaimana diketahui, kemarin, data jumlah kasus konfirmasi atau kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali bertambah sebanyak 3.075 kasus. Sehingga sampai saat ini total kasus konfirmasi di Indonesia mencapai 180.646 orang. Pasien sembuh dari Covid-19 di Indonesia bertambah sebanyak 1.914 orang. Sementara pasien meninggal bertambah 111 orang sehingga total mencapai 7.616 orang.
Baca juga : Warga India, Indonesia dan Filipina Dilarang ke Malaysia
Dari jumlah tersebut, 100 orang di antaranya merupakan dokter dan tenaga kesehatan.Sementara, Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) akan melakukan analisis pola penyebaran Covid-19 kepada tenaga medis mengingat tingginya angka kematian dokter akibat virus tersebut.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya perlindungan dan keselamatan kepada tenaga medis.“Dalam waktu dekat PB IDI akan melihat lebih jauh apa saja penyebab kematian 100 dokter di tanah Air selain terpapar Covid-19.
Hal itu bisa merujuk kepada potensipotensi risiko di dalam pelayanan maupun komunitas termasuk apakah ada faktor komorbiditas. Sebab, dari data yang meninggal ada juga tenaga medis yang tidak melakukan penanganan secara langsung,” kata Wakil Ketua Umum PB IDI Adib Khumaidi. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.