BREAKING NEWS
 

Presiden Jokowi Menjelang Periode Ke-2 (3-Selesai)

Jangan Kaget Ada Menteri Umur 25

Reporter & Editor :
RIKY HANDAYANI
Kamis, 27 Juni 2019 09:56 WIB
Jokowi (kanan) dalam wawancara eksklusif dengan tim Rakyat Merdeka di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/6). (Foto: Randy Tri Kurniawan/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bakal banyak kisah baru di jilid kedua. Judul dan tema besarnya mulai disiapkan dan terus disempurnakan. Pemainnya pun sedang dipilih dan dipilah. Kata Jokowi, akan ada orang lama yang dipertahankan. Tapi cukup banyak orang muda dan baru yang akan diikutkan. Saat wawancara eksklusif dengan Tim Rakyat Merdeka, Senin (17/6), Jokowi memang menjelaskan rencana dan rancangan programnya di periode kedua. Namun, dia terlihat menahan diri dan tidak membeberkan semua secara terbuka.

Jokowi rupanya memilih bersikap tenang, untuk menghormati dan menunggu hasil akhir putusan hakim di Mahkamah Konstitusi yang akan diumumkan hari ini. Sebagai Presiden terpilih periode 2019-2024 dan sudah ditetapkan KPU, Jokowi sepertinya tidak mau kelihatan grasa-grusu membentuk kabinet baru. Satu hal yang digarisbawahi, di periode kedua nanti, Jokowi akan bekerja tanpa beban. Pertimbangan utamanya bukanlah balas jasa politik, rating dan popularisme. Jokowi bilang, kalau mau gampang, kerjakan saja yang pengembalian politiknya cepat.

“Misalnya, perbanyak subsidi. Atau perbanyak membangun di Pulau Jawa. Penduduk Jawa itu sekitar 149 juta atau 59 persen dari seluruh penduduk Indonesia,” katanya.

“Tapi, saya nggak mau seperti itu. Kita ini bernegara. Bukan sedang berbisnis,” tambahnya.

Baca juga : Dijaim-jaimkan Itu Wagu, Kurang Pantas

Indonesia terdiri dari 17 ribu pulau, dan semuanya harus memiliki kesempatan pemerataan pembangunan. Di periode pertama, Jokowi dikenal sebagai “Bapak Infrastruktur”. Ba- gaimana di periode kedua? Apa program andalannya? Jokowi menjawab cukup panjang lebar.

“Infrastruktur akan memberi fondasi yang kuat bagi negara. Memang memetik hasilnya baru 10, 15 atau 20 tahun ke depan. Karena itu harus dikerjakan sekarang. Sebab, ini kunci untuk berkompetisi dengan negara lain. Infrastruktur yang baik bisa menurunkan biaya transportasi, logistik dan memudahkan mobilitas. Infrastruktur adalah syarat sebuah negara bisa maju dan masuk ke peradaban yang serba cepat. Dulu Jakarta-Solo bisa 14 jam, sekarang cukup 6 jam. Dulu MRT nggak ada, sekarang ada. Ini adalah perubahan peradaban," jelasnya.

Pada tahapan kedua, kata Jokowi, akan konsentrasi pada pembangunan sumber daya manusia. Ibaratnya, di periode pertama pasang gigi tiga. Di periode kedua, pasang gigi empat. “Kita gaspol. Kemarin mobil biasa, berikutnya F1. Tim kita akan ngebut semuanya,” tandas Jokowi.

Adsense

Pembangunan SDM, bagi Jokowi, amat penting bagi kepentingan jangka panjang agar lebih cepat terwujud Indonesia maju. Fokusnya di bidang pendidikan dan pelatihan serta memperbanyak sekolah vokasi. “Hasilnya harus lebih nyata. Jangan sampai bikin program yang hanya basa-basi saja. Harus konkret dan terlihat perbaikan pengembangan skill,” kata Jokowi.

Baca juga : Setelah Rampung di MK, Semua Akan Rangkulan…

Apakah perlu impor pelatih atau guru dari luar negeri? Jokowi bilang, “Kita manfaatkan yang di dalam negeri dulu. Entah itu guru atau dosen. Ke depan, alangkah bagus apabila ada sistem aplikasi, sehingga masyarakat di 514 Kabupaten/ Kota seluruh Indonesia bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan,” tuturnya.

Jokowi menginginkan ada kerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan yang berkredibilitas tinggi. “Harus ada terobosan, dan menteri yang menanganinya betul-betul memiliki visi Indonesia ke depan, akan seperti apa di bidang pendidikan dan SDM,” katanya.

Selama ini, Pemerintah sudah terlalu lama hanya mengurus suplai saja. Tidak pernah berhitung demand. Padahal itu penting. “Penting, kebutuhan pasarnya bagaimana, kebutuhan industri bagaimana, dan kebutuhan masyarakat itu apa,” katanya.

Pihak-pihak yang ikut terlibat untuk memajukan SDM, misalnya, papar Jokowi, perlu diberikan insentif. Semacam pemotongan pajak, contohnya, untuk industri yang melakukan pelatihan kepada masyarakat atau karyawan.

Baca juga : Jokowi Menang Pilpres, Hipakad Ucapkan Selamat Bekerja

Selain pembangunan SDM, hal lain yang prioritas dikerjakan di periode kedua adalah reformasi birokrasi dan struktural. Yaitu, kecepatan pelayanan kepada masyarakat dan penyederhanaan lembaga. Ibarat main bola, dengan target yang beda. Apakah tim lama akan diganti dengan tim baru?

Menurut Jokowi, setiap periode memiliki tantangan yang berbeda. Sehingga karakter kabinet juga harus berbeda. “Maka, karakter menterinya akan berbeda. Masa’ sama terus,” tegasnya. Apakah ada figur lama yang dipertahankan? Jokowi menjawab cepat. “Pasti ada. Tapi, ke depan yang muda- muda akan lebih mewarnai. Dunia kita semakin dinamis dan cepat berubah, sehingga butuh figur yang enerjik dan fleksibel untuk mengantisipasinya. Nanti nggak usah kaget ada menteri yang usia 25-30 tahun. Atau 30-35 tahun,” katanya, tanpa menyebut nama.

Apakah akan ada nomenklatur baru di kabinet? “Baru kita olah. Contoh, urusan yang tidak kelar-kelar dan sudah puluhan tahun adalah tentang neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan. Ini gara-gara kita tidak bisa meningkatkan ekspor. Belum ada upaya untuk produksi dan mensubstitusi barang-barang impor. Ini harus diselesaikan. Sedang dikaji, apa perlu Menteri Ekspor, Menteri Investasi, misalnya. Kan di negara lain ada. Atau perlu tidak ada Menteri Digital Ekonomi,” jawabnya.

Semuanya masih dalam kajian. Masyarakat tentu berharap, program-program pemerintahan di jilid kedua akan lebih baik, banyak terobosan dan out of the box, khas Jokowi. Tapi, kita lihat saja nanti. Ibarat buku atau film, seru tidaknya jilid dua, baru akan terasa di akhir cerita. Selesai

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense