RM.id Rakyat Merdeka - Megawati Soekarnoputri tak mau ketinggalan menyaksikan pertemuan Jokowi-Prabowo melalui layar televisi. Ketum PDIP itu takjub dengan sikap kenegarawanan kedua tokoh bangsa itu.
Mega semakin terharu karena Jokowi dan Prabowo meminta pendukungnya bersatu. Tak ada lagi 01 dan 02, yang ada 03, persatuan Indonesia. Mengubur istilah cebong dan kampret lalu menggantinya dengan Garuda Pancasila.
Megawati ditemani Hasto Kristiyanto menyaksikan pertemuan bersejarah itu. "Beliau menyampaikan rasa syukurnya," ungkap Hasto, kemarin.
Baca juga : #YangMulia Tak Akan Tergoda
Menurut Hasto, sejak awal, Mega mempercayai kenegarawanan Prabowo.
Mega juga semakin senang melihat Jokowi sebagai kadernya yang terus menjalankan gaya kepemimpinan merangkul, berdialog dan berdedikasi.
Selain Mega, lontaran pujian terhadap pertemuan Jokowi dan Prabowo juga meluncur dari para tokoh lain. "Bagus, itu kan sebuah cara untuk menunjukkan demokrasi Indonesia itu demokrasi yang matang dengan segala kelemahan kita yang harus kita perbaiki," puji politikus Golkar Rizal Mallarangeng di d'Consulate Resto & Lounge, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menyebut, pertemuan ini menutup buku cerita demokrasi Indonesia. "Diakhiri dengan everybody happy, yang nantinya bisa menjadi bahan bacaan bagi generasi berikutnya," tuturnya, kemarin.
Terpisah, Wasekjen Demokrat Rachland Nashidik menyebut pertemuan Jokowi-Prabowo merupakan sikap politik yang matang dan sportif. "Sikap ini dibutuhkan agar demokrasi sehat," tuturnya.
Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding bilang, pertemuan Prabowo-Jokowi bisa dijadikan contoh bagi para pemimpin di semua level. Mereka diminta mementingkan kepentingan persatuan, bangsa, daripada kepentingan-kepentingan kelompok atau golongan. "Kita bisa tenang membangun dengan bersatunya kedua pemimpin kita ini," ujar Karding.
Baca juga : KAHMI Harus Jadi Garda Terdepan Penjaga Persatuan Bangsa
PKS juga ikut memuji pertemuan itu. Meski, di ujungnya tetap punya mau. Yakni, berharap Gerindra jadi oposisi. "Pertemuan antar pemimpin membawa kesejukan," tutur Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera. "Akan baik jika Pak Prabowo menyatakan kami oposisi. Karena itu baik bagi kesehatan demokrasi," imbuhnya.
Sementara eks Ketua MK Mahfud MD mengungkapkan, pertemuan Jokowi-Prabowo bisa menghentikan pertikaian politik. "Pesan simbolik pertemuan Pak Prabowo dan Pak Jokowi hari ini cukup bagus. Bisa menghilangkan spekulasi atau dorongan-dorongan orang untuk memecah terus kedua tokoh ini," tutur Mahfud di Yogyakarta, kemarin.
Tapi, tak semua pihak gembira dengan pertemuan Prabowo-Jokowi. Dedengkot PAN Amien Rais merespons pertemuan ini dengan sindiran sinis. Ia mengatakan tidak diberitahu soal pertemuan antara Jokowi dengan Prabowo. "Mengapa kok tiba-tiba nyelonong?" keluh Amien di kediamannya, di Yogyakarta, kemarin. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.