Dark/Light Mode

Kalau Terpilih Jadi Wapres

Kyai Maruf Tak Akan Seperti JK

Minggu, 20 Januari 2019 07:01 WIB
Pasangan Capres- Cawapres No Urut 1,  Joko Widodo (kiri) dan KH Maruf Amin (kanan) . (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka)
Pasangan Capres- Cawapres No Urut 1, Joko Widodo (kiri) dan KH Maruf Amin (kanan) . (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penampilan Kiai Ma’ruf Amin dalam debat perdana yang diselenggarakan KPU masih terus jadi sorotan. Kubu lawan menganggapnya sebagai salah satu titik lemah Jokowi-Ma’ruf. Pak Kiai tak seperti Jusuf Kalla. Performa Ma’ruf seperti tak optimal. Mantan Rais Aam PBNU itu lebih banyak diam.

Kalau pun bicara, ngomongnya pendek saja. Berbeda dengan Sandiaga Uno yang tampak bisa mengimbangi Prabowo. Prabowo-Sandi menjawab tiap pertanyaan saling bergantian. Dalam 6 segmen debat, Ma’ruf hanya bicara 4 menit. Di sesi kedua, Ma’ruf mendapat kesempatan berbicara usai dipersilakan Jokowi.

Namun dia tak menggunakannya. Menjelang akhir sesi kedua, Ma’ruf kembali mendapat kesempatan bicara. Namun waktunya keburu habis. Di sesi berikutnya, dia akhirnya berbicara lebih panjang. Ma’ruf menjawab pertanyaan terkait terorisme dan disabilitas.

Baca juga : Jawaban KH Maruf Amin Lebih Tajam dan Mengena

Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said menyoroti soal ini. Menurut dia, porsi bicara Jokowi-Maruf jomplang. Sudirman membandingkan performa Ma’ruf dengan Jusuf Kalla (JK) saat mendampingi Jokowi ketika debat capres 2014. “Pada 2014, peran Pak JK kelihatan. Posisi berbagi perannya berimbang, sehingga ini kemudian menggambarkan peran Pak JK saat sudah memerintah,” kata Sudirman yang juga mantan timses Jokowi-JK ini dalam sebuah acara diskusi di bilangan Gondangdia, Jakarta, kemarin.

Mantan Menteri ESDM ini menilai Jokowi terkesan seperti ‘One Man Show’ ketika berdampingan dengan Ma’ruf, berbeda jauh saat bersama Jusuf Kalla. “Padahal, negara yang besar ini tidak cukup hanya dikelola oleh satu Superman. Kalau di kubu kami kan jelas, Prabowo-Sandi itu seperti Dwi Tunggal,” ujar Sudirman.

Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Lena Maryana Mukti menilai sudah sewajarnya Jokowi lebih mendominasi saat debat dibandingkan Ma’ruf. “Capresnya kan Pak Jokowi. Kalau di kubu sebelah, malah Sandi lebih banyak berbicara, padahal capresnya Pak Prabowo,” ujar Lena di lokasi yang sama.

Baca juga : Maruf Nggak Nendang

Soal penampilan Ma’ruf, Jusuf Kalla ikut memberikan komentar. Menurut dia, wajar jika Ma’ruf minim bicara. Sikap Ma’ruf mencerminkan wapres pada umumnya. “Wakil selalu begitu, maklum nomor 1 (presiden) lebih banyak dari nomor 2 (wakil presiden),” katanya.

Dia memuji penampilan Jokowi-Ma’ruf dalam debat. Menurut dia, keduanya terlihat lebih siap dibandingkan lawan. Keduanya pun tampak siap dalam menjawab dan memberi pertanyaan. Sementara, usai debat Ma’ruf melanjutkan kampanyenya.

Jumat kemarin dia bertemu dengan Muda-Mudi Indonesia dan Majelis Pecinta Ulama Kota Tangerang. Ma’ruf meminta doa dan dukungan agar menang pada Pilpres 2019. Kata dia, innalillahi kalau mereka kalah. Ma’ruf menjelaskan alasan menerima pinangan Jokowi untuk menjadi cawapres pada Pemilu 2019. Salah satunya belum adanya orang Tangerang yang menduduki jabatan wapres.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.