BREAKING NEWS
 

Survei LSI Denny JA

Airlangga Dongkrak Utama Peningkatan Elektabilitas Golkar

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Selasa, 1 November 2022 19:26 WIB
Peneliti LSI Denny JA Ade Mulyana saat memaparkan hasil surveinya di Kantor LSI Denny JA, Selasa (1/11). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei elektabilitas partai politik jelang Pemilu 2024 terbaru. Hasilnya, sekitar 15 bulan sebelum Pemilu 2024, PDI Perjuangan dan Partai Golkar memimpin sementara di posisi pertama dan kedua.

Peneliti LSI Denny JA Ade Mulyana memaparkan PDI Perjuangan dan Partai Golkar mendapatkan dukungan di atas 10 persen. Sedangkan partai lainnya masih di bawah 10 persen.

"Jika pemilu dilakukan pada saat survei dilakukan, PDI Perjuangan mendapatkan dukungan sebesar 20.9 persen. Posisi kedua, Golkar mendapatkan dukungan sebesar 14.5 persen," ungkap Ade saat memaparkan hasil surveinya di Kantor LSI Denny JA, Selasa (1/11).

Di posisi ketiga, ada Partai Gerindra dengan elektabilitas 9.8 persen. PKS 8.3 persen, PKB 5.9 persen, dan Partai Demokrat dengan elektabilitas 5.4 persen. Partai-partai lainnya dukungannya masih di bawah 4 persen.

Dipaparkan Ade, dibandingkan dengan persentase perolehan kursi Pileg 2019, hanya PDI Perjuangan dan Golkar partai yang pernah menang pemilu yang perolehannya mendekati suara pileg 2019.

Baca juga : Keberadaan Perpustakaan Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

Banteng pada saat Pileg 2019 mendapatkan persentase kursi sebesar 22.6 persen. Saat ini berada pada level dukungan 20.9 persen.

Sedangkan Partai Golkar saat Pileg 2019 mendapatkan persentase kursi sebesar 14.78 persen, saat ini pada level dukungan 14.5 persen.

Dijelaskan Ade, ada dua dongkrak yang menyebabkan elektabilitas Banteng masih teratas. Pertama, Jokowi masih populer. Jokowi masih amat identik dengan PDI Perjuangan.

Kedua, Banteng menolak perpanjangan jabatan presiden dan presiden tiga periode. Penolakan Banteng terhadap dua isu tersebut sejalan dengan keinginan rakyat.

Adsense

Sementara dongkrak elektabilitas Golkar adat tiga. Pertama, kepuasan publik terhadap penanganan Covid-19 capai angka 76.5 persen. Dua aktor utama penanganan Pandemi yakni Airlangga Hartarto dan Luhut Panjaitan. Keduanya tokoh Beringin.

Baca juga : Jokowi Sebut Airlangga Pemimpin Dengan Jam Terbang Tinggi, Pengamat Ungkap Maknanya

Kedua, publik optimistis ekonomi rumah tangga tahun depan lebih baik di atas 60 persen. Menteri Koordinator Ekonomi adalah Airlangga Hartarto yang merupakan Ketua Umum Golkar.

"Dongkrak ketiga, Airlangga muncul sebagai game changer sekaligus trendsetter melalui Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Lahirnya KIB mengubah tren politik," tuturnya.

Berkaitan dengan pemilih, LSI Denny JA juga menyigi dukungan pendukung Syariat Islam untuk hukum negara menanjak 10 tahun belakangan ini (2012-2022).

Populasi yang pro pada syariat Islam sebagai aturan hukum kenegaraan terus menaik dari tahun ke tahun. Pada 2012, populasi yang pro syariat Islam sebagai hukum kenegaraan sebesar 5.6 persen. Sementara 2017 angka ini meningkat menjadi 9.3 persen 2022 meningkat kembali menjadi 12.5 persen.

Ternyata partai yang didukung oleh mayoritas pro-syariat Islam di ruang publik berbeda dengan partai yang didukung oleh mayoritas pemilih yang tidak pro-syariat Islam di ruang publik.

Baca juga : Survei SPIN: Prabowo Subianto Masih Rajai Elektabilitas Capres 2024

Di populasi umum, PDI Perjuangan dan Golkar memimpin. Di Populasi pro syariat Islam di ruang publik, PKS dan PPP yang unggul.

Di populasi yang tidak pro syariat Islam di ruang publik keunggulan PDI Perjuangan dan Golkar lebih besar lagi. PDI Perjuangan meraih 23,6 persen dan Golkar di 17.7 persen. Diikuti oleh Gerindra 10.5 persen, Demokrat 6 persen, dan PKB 4.7 persen.

"PDI Perjuangan dan Golkar adalah partai yang kokoh dengan Pancasila sebagai dasar negara, dan tidak memainkan sentimen syariat Islam untuk hukum negara sebagai jurus politiknya," tandas Ade.

Survei nasional dilakukan tanggal 11-20 September 2022 dan riset kualitatif. Survei nasional menggunakan 1200 responden di 34 Provinsi di Indonesia. Wawancara dilaksanakan secara tatap muka.

Margin of error (Moe) survei ini adalah sebesar +/- 2.9 persen . Riset kualitatif dilakukan dengan analis media, Focus Group Discussion (FGD), dan indepth interview. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense