Sebelumnya
Golkar dikenal sebagai partai yang proses kaderisasinya itu panjang, tidak ujug-ujug. Apakah model ini masih berlaku di Golkar?
Soal kaderisasi di Golkar mengacu pada sistem yang berlaku. Sistemnya itu prestasi, dedikasi, loyalitas, tanggung jawab (PDLT), dan meritokrasi atau memberikan kesempatan kepada seseorang untuk memimpin berdasarkan kemampuan atau prestasi, bukan kekayaan atau kelas sosial.
Dan kemudian hal lain yang sekarang berjalan bagus di bawah Pak Airlangga adalah Golkar mempabrikasi para kader mudanya, khususnya di Golkar Institute. Di situ lah bersemai kader-kader muda yang memang dipersiapkan untuk menjalankan tongkat estafet kepemimpinan Golkar dan membangun gagasan gagasan baru.
Baca juga : Peduli Kesehatan, Hamdi Dan Ketua DPD Golkar Bekasi Gelar Pengobatan Gratis
Jadi supaya bertumbuh terus, baik secara pemikiran, ide, atau pun secara usianya itu sendiri. Jadi, regenerasi itu dibangun. Inilah yang dilakukan Golkar. Sehingga kami tidak kesulitan ketika harus memenuhi pencalegan. Baik yang pria maupun kader perempuan. Apalagi, di Golkar memang banyak stok kader perempuan potensial. Jadi kami tidak masalah ya dengan itu, karena pabrikasi itu berjalan terus. Pabrikasi kader, ide, gagasan dan ideologi kepartaian itu jalan terus.
Golkar selama ini identik denganpolitisi laki-laki. Semua yang pegang jabatan, umumnya laki-laki. Terus bagaimana peluang kader perempuan di Golkar?
Saya melihat kepemimpinan Pak Airlangga itu memang berjalan egaliter. Dan kemudian mengakomodir representasi anak muda dan representasi perempuan. Kita lihat di jajaran ketua DPD provinsi ada beberapa juga yang perempuan.
Baca juga : Ical Setia Ke Airlangga
Di DPR, perempuan juga dapat tempat yang strategis. Misalnya di komisi, kader perempuan dikasih kesempatan untuk jadi pimpinan. Begitu pun di struktur kepengurusan Golkar pusat. Pada hari ini kita melihat, ada 2 kader perempuan yang dipercaya duduk sebagai Wakil Ketua Umum Golkar. Jadi, ini salah satu kekuatan Pak Airlangga yang membangun Golkar denganmerepresentasikan anak-anak muda dan perempuan untuk mendapat porsinya. Jadi meritokrasinya jalan. Dan ada trust di situ. Kami sebagai perempuan happy di Golkar sekarang ini.
Terakhir, bagaimana strategi Golkar untuk meraih generasi milenial yang jumlahnya cukup besar di Pemilu 2024?
Ketum kami, Bapak Airlangga Hartarto memberi ruang yang luas kepada anak muda. Kami memiliki Bupati Tuban Aditya Halindra kelahiran 1992, Bupati Kendal Dico Ganinduto kelahiran 1990, Bupati Bintan Roby Kurniawan kelahiran 1993, Menpora Dito Ariotedjo kelahiran1990. Semua ini biasa kami sebut under-40.
Baca juga : Bagikan Laptop Ke Seluruh DPD, MPO Partai Golkar Siap Perang Udara Di Pemilu
Bukan cuma itu, anggota DPR yang lahir sebagai milenial juga mewarnai Fraksi Golkar. Dyah Roro, Putri Komarudin, Alien Mus, serta Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga. Saya bangga melihat sistem yang berjalan dengan baik di partai Golkar dan melahirkan banyak kader-kader mumpuni yang berhasil membuktikan dirinya sebagai SDM handal.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat 20/10/2023 dengan judul Nurul Arifin, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Kader Perempuan Golkar Happy Di Era Pak Airlangga
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.