BREAKING NEWS
 

Ribut PKB Dan PBNU

Gus Yahya Analogikan Mobil Rusak, Imin Balas Di Medsos

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : SISWANTO
Minggu, 4 Agustus 2024 08:00 WIB
Perang antara PBNU yang dipimpin Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dengan PKB yang dipimpin Muhaimin Iskandar (Cak Imin) semakin panas. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perang antara PBNU yang dipimpin Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dengan PKB yang dipimpin Muhaimin Iskandar (Cak Imin) semakin panas. Kedua belah pihak tak ragu-ragu melontarkan serangan keras. Terbaru, saat ditanya persoalan ini, Gus Yahya menganalogikan mobil rusak. Imin langsung membalas sindiran Gus Yahya ini.

Pernyataan nyelekit Gus Yahya itu, disampaikan saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (3/8/2024). Usai acara, awak media menanyakan soal manuver PBNU yang membentuk Tim Lima yang ingin merebut PKB dari Cak Imin.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Gus Yahya menganalogikan dengan produsen mobil. Kata dia, baru-baru ini ada produsen mobil asal Jepang yang memproduksi mobil anyar. Mobil ini laris di pasaran. Laku keras. Namun, belakangan diketahui, mobil tersebut memilki masalah mendasar yang harus diperbaiki.

Baca juga : Syaiful Huda: Banyak Yang Belum Tentukan Pilihan

“Karena ada kesalahan sistem di mobilnya, maka ditarik kembali produknya untuk diperbaiki,” kata Gus Yahya.

PBNU memang telah membentuk Tim Lima. Target pembentukan tim ini adalah merebut PKB dari kendali Cak Imin. Karena selama di bawah Cak Imin, PKB makin melenceng dari cita-cita awal perjuangan PBNU.

Sepekan bekerja, tim ini telah memanggil sejumlah tokoh antara lain eks Sekjen PKB Lukman Edy. Setelah Lukman, Tim Lima berencana memanggil Sekjen PKB Hasanuddin Wahid. Hasanuddin dipanggil untuk datang ke Ruang Rapat Lantai 5 Gedung PBNU Jalan Kramat Raya Nomor 164 Jakarta Pusat, Senin (5/8).

Baca juga : Kamhar Lakumani: Khofifah Jauh Di Atas Yang Lain

Tim Lima berencana mengundang banyak tokoh baik yang masih aktif di PKB maupun yang saat ini sudah tidak lagi di PKB, tapi memiliki kesejarahan dengan PKB.

Hasil kajian dari tim ini selanjutnya akan dibawa ke Pleno PBNU untuk diambilkan keputusan organisasi.

Sebelum memberikan keterangan kepada wartawan, Gus Yahya juga memberikan arahan kepada para pengurus PWNU Jateng. Gus Yahya menegaskan agar NU harus berada di atas negara. Tidak boleh di bawah partai.

Baca juga : Kemenhub Keluarin Jurus Turunin Harga Tiket Pesawat

Gus Yahya menyampaikan, PBNU jangan di bawah partai itu adalah ungkapan dari Mustasyar PBNU Ahmad Mustofa Bisri atau yang karib disapa Gus Mus. “Saya dan teman-teman PBNU sowan mustasyar KH Mustofa Bisri, mohon pesan, wasiat beliau kepada kami. Dan beliau mengatakan NU harus berada di atas negara,” kata Gus Yahya.

Kata dia, pesan Gus Mus itu dapat diartikan NU harus menundukkan kepentingannya. Termasuk mengatasi berbagai macam kepentingan parsial yang ada di Indonesia.

Adsense

Menurutnya, pesan Gus Mus akan membawa NU mampu untuk terus berkontribusi menyangga keutuhan bangsa dan NKRI. “Jadi di bawah negara saja tidak boleh, apalagi di bawah partai, tidak boleh. Ini penting untuk dipahami,” kata Gus Yahya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense